Akurat Logo

Gejolak Global Tekan Pasar Keuangan RI, Ini Kata KSSK

Andi Syafriadi | 3 November 2026, 21:55 WIB
Gejolak Global Tekan Pasar Keuangan RI, Ini Kata KSSK
Anggota KSSK yang terdiri dari Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (Kiri); Menteri Keuangan, Suahasil Nazara (Tengah); Gubernur Bank Indonesia, Destri Damayanti (Kanan Pertama); Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu (Kanan Kedua). - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyoroti peningkatan arus modal keluar atau capital outflow dari pasar saham Indonesia di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian pasar keuangan global.

Tekanan tersebut turut dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi dunia, serta kebijakan moneter sejumlah negara yang masih cenderung ketat.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, perkembangan pasar saham domestik juga dipengaruhi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian KSSK dalam asesmen stabilitas sistem keuangan kuartal III-2026.

Baca Juga: Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Koordinasi KSSK akan Lebih Mesra

“Pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham itu juga mewarnai kondisi ekonomi kita. Meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar juga menyebabkan terjadinya peningkatan arus modal keluar dari pasar saham,” kata Suahasil dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2O26).

Menurut Suahasil, tekanan terhadap pasar keuangan domestik meningkat sejak memasuki Oktober 2026. Perkembangan tersebut terjadi setelah kondisi ekonomi Indonesia sepanjang kuartal III-2026 dinilai masih relatif terjaga.

Selain faktor pasar saham dan nilai tukar, kenaikan harga energi global akibat konflik geopolitik juga menjadi perhatian. Perkembangan tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap perekonomian domestik, terutama ketika kebijakan moneter negara-negara utama masih ketat.

Di sisi lain, tambah Menkeu Sua, kondisi likuiditas dalam negeri yang semakin ketat turut masuk dalam pemantauan KSSK. Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat otoritas keuangan perlu mencermati pergerakan pasar secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ingin KSSK Punya Alat Ukur Likuiditas yang Lebih Akurat

Meski demikian, KSSK menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas sistem keuangan. Ketahanan tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan intermediasi keuangan yang masih terjaga.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.