Menkeu: Dana Desa Tahap II Tetap Cair, Sebagian untuk Koperasi

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kebijakan pencairan Dana Desa tidak mengalami perubahan. Pemerintah memastikan Dana Desa tetap disalurkan sesuai dengan regulasi yang berlaku, meski sebagian dana pada tahap II dialokasikan untuk pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Purbaya menyampaikan Dana Desa tahap II tahun anggaran berjalan mencapai Rp7 triliun. Namun, ia mengakui sebagian dana tersebut memang ditahan sementara untuk mendukung program pembentukan koperasi desa yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Jadi, kebijakan tidak berubah,” kata Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta.
Baca Juga: PHK 2025 Jadi Catatan, Menkeu Optimistis Ekonomi Pulih 2026
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi). Para kepala desa menggelar demonstrasi di kawasan Monas, Jakarta, pada Senin (8/12), menuntut pencabutan sejumlah aturan, terutama Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025.
PMK tersebut mengatur ulang mekanisme penyaluran Dana Desa, khususnya pada tahap II. Purbaya menegaskan aturan tersebut telah disusun dan ditetapkan sesuai prosedur, sehingga tetap berlaku dan dijalankan.
Terkait aksi demonstrasi, Purbaya memilih tidak berkomentar lebih jauh. Menurutnya, kebijakan fiskal yang telah ditetapkan pemerintah tetap harus dijalankan meski ada penolakan dari sebagian pihak.
“Biar saja mereka demo, tapi kebijakan sudah seperti itu,” ujarnya.
Baca Juga: Soal PHK 79 Ribu Orang Sepanjang 2025, Ini Kata Menkeu Purbaya
PMK Nomor 81 Tahun 2025 ditetapkan pada 19 November 2025 dan diundangkan pada 25 November 2025. Aturan ini menegaskan pencairan Dana Desa tetap dilakukan dalam dua tahap, namun dengan persyaratan tambahan pada penyaluran tahap II.
Pemerintah menilai penyesuaian ini diperlukan untuk memastikan Dana Desa tidak hanya digunakan untuk belanja rutin, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembentukan koperasi yang berbadan hukum dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








