Bencana Sumatera Tak Ganggu MBG, Pemerintah Tegas Tolak Pengalihan

AKURAT.CO Wacana pengalihan sebagian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penanganan bencana di Sumatera mendapat respons tegas dari pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan langkah tersebut tidak diperlukan karena anggaran bencana telah tersedia.
Purbaya mengatakan pemerintah telah menyiapkan dana penanganan bencana sebesar Rp60 triliun. Anggaran tersebut dinilai cukup untuk membiayai pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Menurutnya, kebutuhan pemulihan yang saat ini diajukan baru mencapai sekitar Rp51 triliun. Dengan kondisi itu, tidak ada alasan untuk mengalihkan dana dari program lain, termasuk MBG.
Baca Juga: Anggaran Bencana Rp60 T Siap, Menkeu Tegaskan MBG Tak Dialihkan
“Tidak ada kebijakan untuk memindahkan atau mengganggu anggaran MBG karena kebutuhan bencana sudah terakomodasi,” kata Purbaya.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR RI mengusulkan agar sebagian anggaran MBG dialihkan untuk mempercepat penanganan bencana. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris menilai distribusi MBG saat masa libur sekolah berpotensi tidak efektif.
Ia berpendapat dana tersebut akan lebih mendesak jika digunakan untuk pemulihan gizi para pengungsi serta perbaikan fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana.
Menanggapi hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan perubahan peruntukan anggaran bukan berada di tangan lembaganya. BGN menyebut keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden dan Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Syarat Dana Desa Bertambah, Menkeu Tak Gubris Protes Kades
Di sisi lain, BGN memastikan pelaksanaan MBG tetap berjalan selama masa libur sekolah. Skema distribusi disesuaikan dengan mengirimkan paket makanan langsung ke rumah siswa agar tujuan pemenuhan gizi dan target serapan anggaran tetap tercapai.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara respons cepat terhadap kondisi darurat dan keberlanjutan program pembangunan sumber daya manusia yang telah dirancang sejak awal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









