Menkeu Purbaya: Optimalkan Pajak Lebih Efisien Ketimbang Membentuk BPN

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum berencana untuk membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN). Dirinya menilai langkah yang lebih efektif adalah mengoptimalkan instrumen penerimaan yang sudah tersedia di Kementerian Keuangan.
Purbaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto belum memberikan arahan resmi terkait pembentukan badan khusus tersebut. Menurutnya, sinyal yang disampaikan Presiden lebih bersifat pendelegasian keputusan kepadanya sebagai Menteri Keuangan.
“Kalau menurut saya, [badan penerimaan] yang langsung di bawah Presiden itu, di dunia tidak ada yang seperti itu. Kalau kita buat sendirian, nanti aneh lagi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Baca Juga: Apa Agama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani?
Alih-alih membentuk lembaga baru, Purbaya menegaskan akan meninjau kembali "mesin-mesin" penerimaan negara yang telah berjalan di Kementerian Keuangan. Upaya itu, kata dia, diharapkan mampu mempercepat akselerasi perekonomian nasional.
Khusus terkait pajak, Purbaya menyebut telah menerima arahan Presiden untuk mendalami isu perpajakan bersama Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. a berkomitmen mendongkrak rasio pajak (tax ratio) yang selama beberapa tahun terakhir stagnan di kisaran tertentu.
“Tax ratio kan konstan, tax per PDB. Kalau tidak bisa berubah dalam waktu dekat, untuk meningkatkan pajaknya, ya kita percepat pertumbuhan ekonominya,” kata Purbaya.
Baca Juga: Misbakhun: Publik Perlu Beri Waktu Menkeu Purbaya Bekerja
Meski belum merinci langkah konkret, Purbaya menegaskan kapasitasnya di bidang fiskal akan menjadi modal untuk melaksanakan strategi tersebut.
“Saya ahli fiskal. Jadi, saya mengerti betul fiskal yang prudent seperti apa,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








