Akurat Logo

Wamentan: Warga Ternate Minta MBG Tak Dihentikan

Ayu Rachmaningtyas | 31 Oktober 2026, 16:04 WIB
Wamentan: Warga Ternate Minta MBG Tak Dihentikan
Wakil Menteri Pertanian, Muhammad Saleh Mustafa, dalam acara Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di THE TRIBRATA, Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026). - Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Wakil Menteri Pertanian, Muhammad Saleh Mustafa, menyatakan bahwa persoalan kekurangan gizi dan stunting masih menjadi masalah di sejumlah daerah. Namun, kondisi tersebut tidak selalu terlihat oleh masyarakat perkotaan.

"Kalau kita bicara stunting, kita yang ada di Jakarta mungkin enggak bisa lihat. Tapi kalau kita di daerah, kalau kita turun ke bawah, kita akan merasakan bagaimana anak-anak bayi itu stunting, kekurangan gizi, dan sangat-sangat memprihatinkan," kata Saleh dalam sambutannya di Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di THE TRIBRATA, Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Dia pun berbagi cerita saat dirinya kesulitan ekonomi dirinya duduk di Sekolah Dasar (SD) di Ternate, Maluku Utara. Saat itu, dia hanya mampu memakan satu telur yang dibagi untuk tujuh keluarga lainnya.

Baca Juga: BGN Target Seluruh SPPG Terapkan Digitalisasi Belanja Mulai Januari 2027

"Saya di Ternate waktu saya SD, saya keluarga ada tujuh orang, ya. Ibu saya memasak dan saya anak kedua. Kalau makan pagi sebelum berangkat ke sekolah itu saya ada telur satu dipotong tujuh. Telur satu dipotong tujuh. Saking susahnya zaman itu," jelasnya.

Bukan hanya telur, keluarganya terkadang juga harus makan nasi tanpa lauk ikan. Sebagai gantinya, nasi dicampur mentega agar tetap terasa enak.

Dengan adanya program prioritas Presiden Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak sedikit masyarakat di wilayahnya yang berharap program MBG terus berjalan. "Di daerah saya, saya dari Ternate, Maluku Utara, Halmahera, warga saya, saya tanya di sana mereka sangat minta agar MBG itu tidak dihentikan," tuturnya.

Baca Juga: BGN Gandeng Kemendikdasmen, Perluas Peluang UMKM Jadi Pemasok Kebutuhan Dapur MBG

Kendati mendukung program MBG, masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Salah satunya kekurangannya pengaturan manajemen pada waktu lalu.

Karena itu program MBG tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah, bersama swasembada pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi. Maka program MBG saat ini menujukan peningkatan dalam segala pelaksanaanya.

"Dengan adanya kehadiran MBG ini, alhamdulillah sudah mulai ada peningkatan," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.