Dukung Keputusan Rais Aam, Poros Muda NU: Semua Kader Wajib Patuh Rais Aam Termasuk Gus Yahya!

AKURAT.CO Konstelasi internal PBNU makin memanas setelah muncul keputusan Syuriah PBNU yang meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengundurkan diri dalam waktu tiga hari.
Tekanan moral dan organisatoris ini langsung memicu reaksi dari berbagai elemen Nahdliyin, termasuk kelompok Poros Muda Nahdlatul Ulama (PMNU) yang menyatakan dukungan penuh kepada Rais Aam KH Miftachul Akhyar.
Bagi PMNU, garis komando organisasi dalam tradisi Nahdlatul Ulama sangat jelas: Rais Aam adalah pimpinan tertinggi. Karena itu, ketetapan yang lahir dari Rapat Harian Syuriah PBNU pada Jumat, 21 November 2025—yang dipimpin langsung Rais Aam—wajib dipatuhi seluruh kader, termasuk Ketua Umum.
Ramadhan Isa, Koordinator Nasional PMNU, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan langkah tiba-tiba. Ia menyebut Syuriah PBNU pasti memiliki dasar kuat sebelum meminta Gus Yahya mundur.
Menurutnya, persoalan tata kelola keuangan serta kontroversi di balik hadirnya tokoh zionis dalam Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU) menjadi bagian dari alasan serius yang tak bisa diabaikan.
“Poros Muda NU jelas mendukung keputusan Rais Aam yang diputuskan melalui forum rapat harian Syuriyah PBNU. Semua kader NU harus patuh pada Rais Aam selaku pimpinan tertinggi organisasi,” ujar Ramadhan, Sabtu 22 November 2025.
Baca Juga: Pasca Didesak Mundur oleh Rais Aam, Gus Yahya Kumpulkan Ketua PWNU se-Indonesia
Pria yang akrab disapa Dhani itu juga menekankan bahwa disiplin organisasi adalah fondasi NU sebagai organisasi besar. Menurutnya, tidak ada pengecualian dalam kepatuhan terhadap keputusan struktural, baik bagi kader biasa maupun pejabat tertinggi di Tanfidziyah.
Dalam suasana yang semakin tegang, Tanfidziyah PBNU merespons dinamika tersebut dengan menggelar rapat koordinasi khusus. Seluruh Ketua PWNU se-Indonesia diundang ke sebuah hotel di kawasan Surabaya Timur—sebuah langkah yang menunjukkan bahwa PBNU sedang melakukan konsolidasi di tengah turbulensi internal.
Undangan itu ditandatangani Wakil Ketua Umum PBNU H. Amin Said Husni dan Wasekjen PBNU H. Faisal Saimima, serta turut ditembuskan kepada Rais Aam dan Ketua Umum.
Situasi ini menjadi babak baru dalam dinamika kepemimpinan PBNU. Di satu sisi, ada tekanan dari Syuriah yang menekankan supremasi struktur keulamaan. Di sisi lain, Tanfidziyah terlihat berupaya memperkuat barisan dan memastikan stabilitas organisasi di tingkat wilayah. Publik kini menunggu apakah gejolak ini akan meruncing menjadi perubahan kepemimpinan atau justru menjadi momentum perbaikan besar dalam tubuh NU.
Baca Juga: Diminta Mundur dari Kursi Ketum PBNU, Yahya Cholil Sebut Hanya Keputusan Sepihak
Yang jelas, dengan munculnya suara keras dari Poros Muda NU, posisi Rais Aam sebagai otoritas tertinggi kembali ditegaskan, dan semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari Gus Yahya sebelum batas waktu tiga hari itu berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








