Rutinitas Rasulullah di Hari Jumat, Patut Anda Ikuti!

AKURAT.CO Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bagi umat Muslim, Jumat bukan sekadar penanda akhir pekan, melainkan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.
Rasulullah SAW memberikan teladan tentang bagaimana hari yang mulia ini diisi dengan amalan yang membawa keberkahan. Meneladani rutinitas beliau dapat menjadi cara sederhana untuk menjadikan Jumat lebih bermakna, bukan hanya sibuk dengan urusan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat adalah memperbanyak membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak selawat pada hari Jumat karena selawat mereka disampaikan kepada beliau. Anjuran ini mengingatkan bahwa hari Jumat merupakan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menghidupkan teladan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Selain berselawat, membaca Surah Al-Kahfi juga menjadi amalan yang dikenal luas di kalangan umat Islam pada hari Jumat. Sejumlah ulama menganjurkan pembacaannya berdasarkan riwayat tentang keutamaan Surah Al-Kahfi pada hari Jumat. Membacanya tidak harus menunggu waktu tertentu.
Baca Juga: Apa Benar KB Menolak Rezeki dari Allah? Ini Pandangan Islam yang Sesungguhnya
Seseorang dapat meluangkan waktu setelah Subuh, di sela aktivitas, atau pada waktu lain yang memungkinkan, sambil berusaha memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu, membaca Al-Qur'an bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana mengambil pelajaran untuk menjalani kehidupan.
Hari Jumat juga menjadi waktu yang tepat untuk memperhatikan kebersihan dan kerapian diri, terutama bagi laki-laki yang hendak melaksanakan salat Jumat. Mandi, membersihkan badan, mengenakan pakaian yang baik, serta menggunakan wewangian merupakan bagian dari adab yang dianjurkan bagi orang yang menghadiri salat Jumat.
Rasulullah SAW bersabda bahwa mandi pada hari Jumat merupakan kewajiban bagi setiap orang yang telah balig, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih Bukhari dan Muslim. Para ulama menjelaskan adanya perincian hukum fikih terkait hadis tersebut, tetapi mereka sepakat bahwa mandi Jumat sangat ditekankan bagi orang yang akan menghadiri salat Jumat.
Sebelum berangkat ke masjid, seorang Muslim juga dianjurkan datang lebih awal, memperbanyak zikir, dan menjaga sikap agar tidak mengganggu jamaah lain. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 9:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli." (QS. Al-Jumu'ah: 9).
Ayat ini menegaskan pentingnya mendahulukan panggilan ibadah ketika waktu salat Jumat tiba. Aktivitas ekonomi dan pekerjaan tetap menjadi bagian dari kehidupan, tetapi seorang Muslim perlu mengetahui kapan harus berhenti sejenak untuk memenuhi kewajiban kepada Allah. Setelah salat selesai, umat Islam diperbolehkan kembali beraktivitas dan mencari karunia-Nya.
Amalan lain yang patut diperhatikan adalah memperbanyak doa. Hari Jumat memiliki waktu yang istimewa ketika doa seorang Muslim diharapkan bertepatan dengan waktu mustajab. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyebut adanya suatu waktu pada hari Jumat ketika seorang Muslim memohon kepada Allah dalam keadaan salat, niscaya Allah akan memberikan apa yang dimintanya. Para ulama berbeda pendapat mengenai penentuan waktu tersebut. Karena itu, memperbanyak doa sepanjang hari Jumat, terutama pada waktu-waktu yang dinilai kuat oleh para ulama, menjadi pilihan yang baik.
Baca Juga: Ini Self-Care Terbaik Menurut Islam agar Terhindar dari Lingkungan Toxic
Meski demikian, meneladani rutinitas Rasulullah pada hari Jumat tidak berarti sekadar mengumpulkan banyak amalan dalam satu hari. Hal yang lebih penting adalah menjaga kualitas ibadah dan melakukannya dengan kesungguhan. Membaca Al-Qur'an dengan memahami maknanya, berselawat dengan penuh kecintaan, menjaga kebersihan, datang ke masjid dengan tertib, serta mendoakan kebaikan bagi keluarga dan sesama merupakan kebiasaan sederhana yang dapat terus dipelihara.
Pada akhirnya, Jumat dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus menata hubungan dengan manusia. Hari yang mulia ini mengajarkan kedisiplinan, kebersihan, kepedulian, dan kesadaran bahwa kehidupan tidak semata-mata berisi pekerjaan serta pencapaian duniawi. Dengan menghidupkan amalan-amalan yang dianjurkan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, setiap Jumat dapat menjadi kesempatan untuk memperbarui niat, menambah kebaikan, dan melangkah menuju kehidupan yang lebih berkah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah




