Stres Bisa Memicu Sakit Maag Kambuh, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Sakit maag kerap dikaitkan dengan kebiasaan terlambat makan. Namun, kondisi ini ternyata juga dapat dipicu oleh stres.
Saat pikiran mengalami tekanan, sistem pencernaan bisa ikut terpengaruh sehingga keluhan seperti nyeri ulu hati, perut terasa perih, kembung, hingga mual lebih mudah muncul.
Lantas, mengapa stres bisa memicu sakit maag? Apa hubungan antara kondisi psikologis dan kesehatan lambung?
Mengapa Stres Bisa Memicu Sakit Maag?
Otak dan sistem pencernaan memiliki hubungan yang erat melalui mekanisme komunikasi dua arah yang dikenal sebagai gut-brain axis.
Hubungan ini memungkinkan kondisi psikologis memengaruhi fungsi saluran pencernaan, begitu pula sebaliknya.
Ketika seseorang mengalami stres, respons tubuh terhadap rasa nyeri dapat meningkat.
Kondisi tersebut membuat seseorang lebih sensitif terhadap gejala gangguan pencernaan, termasuk keluhan yang berkaitan dengan sakit maag.
Stres juga dapat memengaruhi pergerakan lambung, proses pengosongan lambung, serta sensitivitas saluran pencernaan.
Akibatnya, gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan perut kembung dapat terasa lebih berat.
Selain itu, stres dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari, seperti pola makan dan waktu istirahat. Kebiasaan tersebut berpotensi memperburuk keluhan lambung jika tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, menjaga kesehatan mental menjadi salah satu bagian penting dalam mengelola gangguan pencernaan.
Cara Mengatasi Sakit Maag yang Dipicu Stres
Keluhan maag yang berkaitan dengan stres dapat dikelola melalui perubahan gaya hidup dan penanganan gejala yang tepat. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Mengelola stres
Luangkan waktu untuk menenangkan pikiran melalui latihan pernapasan, meditasi, atau aktivitas relaksasi lainnya.
Cara ini dapat membantu mengurangi ketegangan dan memperbaiki suasana hati.
2. Mengonsumsi obat sesuai kebutuhan
Obat maag dapat membantu meredakan gejala, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan petunjuk tenaga kesehatan.
Jika keluhan sering berulang, sebaiknya periksakan diri untuk mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: Megawati Jadi Inspirasi Gerakan Merawat Pertiwi di Pekan Peduli Sampah 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 3Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 4Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 8Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia







