dr. Incognito Soroti Dampak Kesehatan dan Ekosistem di Balik Karhutla yang Berulang

AKURAT.CO Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dinilai tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga menimbulkan krisis kesehatan jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Abelina Dini Fitria, Dpl. AAAM, MM, MARS alias dr. Incognito.
Menanggapi keresahan publik terkait banyaknya satwa punah dan ekosistem yang hancur, dr. Incognito menjelaskan bahwa masalah kesehatan akibat karhutla jauh melampaui Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Baca Juga: Singapura Panggil Petinggi 10 Perusahaan Terkait Kabut Asap Lintas Batas, Ini Hasilnya
"ISPA berulang bisa lama-lama jadi bronkitis dan pneumonia. Sekarang ini banyak karbon monoksida (CO) dari kebakaran membuat kadar oksigen di paru berkurang," ujarnya.
Ia menjelaskan, CO adalah gas yang sama yang menyebabkan kematian saat seseorang tertidur di dalam mobil. Paparan jangka panjang dinilai akan memicu peningkatan penyakit paru dan komplikasinya pada orang dewasa.
Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat tidak produktif, sakit-sakitan, hingga berujung kematian, terlebih dengan keterbatasan sistem kesehatan.
Terkait strategi mitigasi, dr. Incognito menyebut upaya kesehatan masyarakat yang bisa dilakukan masih terbatas namun penting untuk disiplin dijalankan.
Strategi tersebut meliputi penggunaan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan, sebisa mungkin beraktivitas di dalam ruangan (stay indoor), rutin membersihkan debu terutama di rumah dengan anak-anak, serta penggunaan air purifier jika memungkinkan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berhenti merokok dan vape, mengonsumsi makanan tinggi antioksidan seperti sayur dan buah, mengurangi junk food, dan berolahraga di dalam ruangan.
Menurutnya, suhu panas yang terjadi saat ini merupakan dampak tidak langsung dari kombinasi gas CO hasil karhutla dan gas metana, yang memicu efek rumah kaca.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai
- 10Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi








