Akurat Logo

'Dibisiki' Komandan CENTCOM, Trump Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer Besar ke Iran

Fitra Iskandar | 30 Oktober 2026, 08:52 WIB
'Dibisiki' Komandan CENTCOM, Trump Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer Besar ke Iran
Rudal Zolfaghar dan Qadr, serta model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency

AKURAT.CO Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi militer berskala besar terhadap Iran. Rencana ini terkait laporan militer Amerika Serikat yang disampaikan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Copper.

The Wall Street Journal melaporkan bawah sosok yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah itu sudah memberikan penjelasan mengenai rencana serangan yang mungkin dilakukan.

Menurut para pejabat pemerintah AS dan pihak-pihak yang mengetahui pertemuan tersebut, Cooper mengambil langkah yang tidak biasa dengan memberikan penjelasan secara langsung kepada Trump di Gedung Putih mengenai opsi-opsi serangan terhadap Iran.

Baca Juga: Akan Gempur Iran Setelah Pemilu Sela, AS Peringatkan Sekutunya untuk Bersiap Menghadapi Serangan Balasan

Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, serta sejumlah anggota kabinet lainnya turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka juga membahas berbagai hal lain, termasuk apakah akan tetap mempertahankan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

Pertemuan ini ditafsirkan sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat semakin mungkin untuk melancarkan operasi militer yang substansial.

Cooper dan sejumlah pejabat militer AS lainnya dilaporkan telah bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance di Gedung Putih sehari sebelumnya.

Iran telah memberikan peringatan—baik melalui jalur diplomatik tertutup maupun secara terbuka—bahwa mereka akan melancarkan serangan balasan berskala luas terhadap berbagai fasilitas di negara-negara kawasan Timur Tengah jika diserang oleh Amerika Serikat.

Iran juga dilaporkan telah kembali memproduksi rudal balistik dengan menggunakan komponen yang disimpan di fasilitas bawah tanah sebagai persiapan untuk melakukan serangan balasan semacam itu.

Departemen Pertahanan AS baru-baru ini telah mengirimkan tambahan sistem pertahanan udara, amunisi, dan perlengkapan militer ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk kampanye serangan udara yang baru.

WSJ juga melaporkan bahwa sejumlah pasukan yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan yang dianggap rentan telah dipindahkan ke lokasi lain.

Sumber: Asiatoday

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.