Israel Ancam Lanjutkan Serangan jika Hamas Langgar Kesepakatan, AS: Hamas Masih Menunjukkan Niat!

AKURAT.CO Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa negaranya akan melanjutkan operasi militer di Gaza jika Hamas tidak mematuhi perjanjian gencatan senjata yang sedang berlaku. Peringatan tersebut disampaikan setelah Hamas menyerahkan dua jenazah sandera Israel yang telah meninggal dunia pada Rabu malam (15/10/2025).
Menurut laporan AFP, Hamas sebelumnya telah mengembalikan tujuh jenazah dari total 28 sandera yang dinyatakan tewas. Kelompok itu menyebut proses pencarian jenazah lainnya sulit dilakukan tanpa peralatan khusus di tengah reruntuhan akibat perang.
“Jika Hamas menolak mematuhi perjanjian, Israel — bekerja sama dengan Amerika Serikat — akan melanjutkan pertempuran untuk mencapai kekalahan total Hamas, mengubah situasi di Gaza, dan memenuhi seluruh tujuan perang,” ujar pernyataan resmi dari kantor Menteri Katz, Kamis (16/10/2025).
Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, menegaskan bahwa kedua jenazah yang dikembalikan merupakan pengembalian terakhir untuk saat ini. Mereka menyatakan telah menyerahkan seluruh sandera Israel yang masih hidup dan semua jenazah yang dapat diakses.
“Jenazah lainnya memerlukan peralatan dan upaya khusus untuk dievakuasi dari reruntuhan. Kami terus berupaya menyelesaikan hal ini,” tulis Hamas dalam pernyataan di media sosial.
Dari pihak Amerika Serikat, seorang penasihat senior Gedung Putih mengatakan bahwa Hamas tetap menunjukkan niat untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata. “Kami terus mendengar dari mereka bahwa mereka berniat menuntaskan perjanjian tersebut,” ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.
Namun, keterlambatan pengembalian jenazah memicu tekanan politik di dalam negeri Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi desakan untuk mengaitkan bantuan kemanusiaan ke Gaza dengan pemulangan seluruh jenazah sandera.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, bahkan mengancam akan menghentikan pengiriman bantuan jika Hamas gagal menyerahkan sisa jenazah tentara Israel yang masih ditahan.
Sejak Senin (13/10), berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump, Hamas telah membebaskan 20 sandera hidup sebagai bagian dari pertukaran dengan sekitar 2.000 tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara-penjara Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








