Akurat Logo

BNPB Ungkap Hasil Modifikasi Cuaca, Titik Panas Karhutla Papua Selatan Turun 78 Persen

Moehamad Dheny Permana | 30 Oktober 2026, 09:37 WIB
BNPB Ungkap Hasil Modifikasi Cuaca, Titik Panas Karhutla Papua Selatan Turun 78 Persen
Petugas dan relawan yang membantu penanganan karhutla. - Foto: Kemenhut

AKURAT.CO Jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan turun 78 persen, dari 295 titik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut penurunan tersebut terjadi seiring pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di empat kabupaten di Papua Selatan, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 161,5 hektare.

Pemerintah telah melaksanakan 10 sorti OMC dengan menyemaikan 10.000 kilogram garam. Operasi tersebut memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.

“Saat ini bisa kami sampaikan, dari hari-hari sebelumnya turun signifikan titik api sebesar 78 persen. Tadinya titik api sebesar 295, saat ini kita dapati ada 65 titik,” kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2026).

Meski jumlah titik panas menurun, BNPB akan terus mengoptimalkan OMC untuk membantu memadamkan api. Hujan juga belum terpantau di Kabupaten Asmat.

“Tentu upaya-upaya tetap kami laksanakan untuk memadamkan api ini, sehingga nantinya Papua Selatan ini juga bebas dari api,” ujarnya.

BNPB mencatat hujan yang turun di sejumlah wilayah Papua Selatan turut meningkatkan jarak pandang dari 1–5 kilometer menjadi 7–8 kilometer.

Kondisi tersebut diperkirakan membaik seiring meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Merauke bagian selatan, pada akhir pekan.

Namun, BNPB mengingatkan risiko karhutla masih tinggi akibat fenomena El Niño yang kuat dan angin kering. Selain itu, asap lintas batas dari Papua Nugini turut memengaruhi kondisi di Papua Selatan.

“Dan tentu kami juga menyampaikan, El Niño saat ini sangat kuat dan Papua Selatan sangat rawan terbakar. Serta asap lintas batas dari Papua Nugini juga datang ke Papua Selatan,” kata Berton.

Ia berharap OMC dapat terus memicu hujan untuk menekan titik panas, termasuk kebakaran di permukaan tanah dan di bawah permukaan, seperti lahan gambut.

“Kita berharap hujan ini pun akan tetap terjadi. Sehingga titik api baik itu yang ada di permukaan maupun yang ada di dalam permukaan, misalnya gambut, bisa teratasi dengan baik,” ujarnya.

Secara nasional, BNPB mencatat total luas lahan terbakar mencapai 462 hektare di 10 provinsi terdampak.

Sejumlah wilayah yang turut menangani karhutla antara lain Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Baca Juga: 'Dibisiki' Komandan CENTCOM, Trump Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer Besar ke Iran

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.