Akurat Logo

IHSG Dibuka Melemah, Inflasi AS dan Arah Suku Bunga Masih Bayangi Pasar

Esha Tri Wahyuni | 30 Oktober 2026, 09:36 WIB
IHSG Dibuka Melemah, Inflasi AS dan Arah Suku Bunga Masih Bayangi Pasar
Ilustrasi pergerakan grafik Indeks harga saham gabungan (IHSG)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan akhir pekan dengan pelemahan.

Sejumlah sentimen global, mulai dari meningkatnya inflasi Amerika Serikat (AS) hingga pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam yang melampaui ekspektasi, membayangi pergerakan pasar keuangan Indonesia.

Pada perdagangan Jumat (30/10/2026), IHSG dibuka di level 5.066,94 atau melemah 31,12 poin (0,61%). Aktivitas transaksi pada pembukaan perdagangan tercatat mencapai 14,17 juta lot dengan nilai sebesar Rp374,05 miliar.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus USD115 per Barel, IHSG dan Rupiah Kian Tertekan

Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi ketika investor dihadapkan pada sejumlah perkembangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter dan pergerakan arus modal internasional.

Salah satu perhatian utama datang dari Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III-2026 tercatat mencapai 3,4% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan 2,2% pada kuartal sebelumnya sekaligus melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,2%.

Kuatnya pertumbuhan ekonomi AS terutama ditopang oleh investasi domestik swasta yang melonjak 19,4%. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 4,6% pada kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Saham BUMN Mulai Unjuk Taring, Fundamental Kuat Jadi Penopang IHSG

Investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu pendorong utama.

Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi yang kuat mencerminkan ketahanan ekonomi AS. Namun, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Perhatian investor juga tertuju pada perkembangan inflasi AS. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) meningkat 0,5% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada September 2026.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.