Akurat Logo

AS Keluarkan Peringatan Keamanan di Prancis, Imbau Warganya Hindari Demonstrasi

Fitra Iskandar | 20 Oktober 2026, 12:37 WIB
AS Keluarkan Peringatan Keamanan di Prancis, Imbau Warganya Hindari Demonstrasi
Ilustrasi protes pelajar Prancis - BBC

AKURAT.CO Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Paris mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga Amerika setelah demonstrasi di Prancis berujung ricuh dan penjarahan pada 17 Oktober 2026. Kedutaan meminta warga AS menghindari lokasi demonstrasi, mewaspadai kerumunan besar, serta mengantisipasi kemungkinan pemberlakuan jam malam di sejumlah kota.

Peringatan keamanan tersebut diterbitkan pada Senin, 19 Oktober 2026, menyusul laporan mengenai kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah Prancis. Pemerintah setempat dilaporkan memberlakukan jam malam terbatas pada 19 dan 20 Oktober, termasuk di Kota Lille. Pembatasan serupa juga berpotensi diberlakukan di beberapa wilayah Paris dan daerah lain.

Kedutaan AS memperingatkan bahwa demonstrasi sporadis masih mungkin berlangsung meskipun jam malam diterapkan. Warga yang bepergian ke Prancis diminta memantau perkembangan situasi, menghindari titik aksi massa, dan menyiapkan rute alternatif untuk mengantisipasi gangguan perjalanan.

Dalam peringatannya, Kedutaan AS juga menyarankan warga memeriksa informasi transportasi dari operator angkutan umum Paris, RATP, untuk mengetahui penutupan stasiun Metro dan gangguan layanan lainnya. Penumpang pesawat diminta mengonfirmasi jadwal penerbangan kepada maskapai masing-masing.

Warga juga disarankan mengikuti perkembangan melalui media lokal, termasuk France 24, Radio France Internationale, dan The Local. Mereka yang harus bepergian di tengah situasi tersebut dianjurkan menyediakan waktu perjalanan tambahan.

Kerusuhan dan Penjarahan Picu Kecaman

Peringatan keamanan Kedutaan AS muncul setelah demonstrasi pada 17 Oktober berakhir dengan aksi kekerasan dan penjarahan. Otoritas Paris menyebut para perusuh membahayakan keselamatan warga, merusak tempat usaha, serta menghancurkan fasilitas publik di sejumlah kawasan ibu kota.

Wali Kota Paris Emmanuel Grégoire mengecam keras aksi tersebut. Menurut dia, kekerasan dan penjarahan tidak hanya merusak properti, tetapi juga merugikan para pedagang dan pekerja yang menggantungkan hidup dari kegiatan usaha mereka.

Grégoire menegaskan bahwa tindakan yang membahayakan nyawa, merusak toko, dan menghancurkan fasilitas umum tidak dapat dibenarkan. Ia juga menilai aksi tersebut justru merusak hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat melalui demonstrasi.

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu pada 19 Oktober mengatakan kelompok sayap kiri ekstrem berupaya menciptakan kekacauan menjelang pemilihan presiden. Pernyataan itu disampaikan dengan merujuk pada laporan intelijen yang diterima pemerintah.

Lecornu memperingatkan bahwa jaringan kelompok tersebut berpotensi mengorganisasi aksi yang lebih luas, bahkan berupaya mempersoalkan waktu pelaksanaan pemilihan presiden.

Ratusan Ribu Orang Turun ke Jalan

Demonstrasi di Prancis dilaporkan berkaitan dengan meningkatnya biaya hidup dan harga bahan bakar. Konfederasi Umum Buruh Prancis (CGT) memperkirakan sekitar 800.000 orang mengikuti aksi pada 17 Oktober.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.