Akurat Logo

BRIN Kembangkan Teknologi Koreksi GPS, Bagaimana Cara Kerjanya dan Apa Manfaatnya?

Nurma Nafisa Faradilla | 20 Oktober 2026, 13:15 WIB
BRIN Kembangkan Teknologi Koreksi GPS, Bagaimana Cara Kerjanya dan Apa Manfaatnya?
Ilustrasi satelit GPS. - Magnific

AKURAT.CO GPS menjadi teknologi yang memudahkan masyarakat menemukan lokasi, mencari rute perjalanan, hingga menentukan arah melalui ponsel. Namun, sinyal GPS tidak selalu akurat karena dapat mengalami gangguan ketika melewati lapisan atmosfer tertentu.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) mengembangkan teknologi koreksi sinyal GPS dan Global Navigation Satellite System (GNSS).

Baca Juga: BRIN Kaji Efektivitas Dry Ice untuk Modifikasi Cuaca, Ini Cara Kerjanya

Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan ketelitian navigasi, terutama pada transportasi yang membutuhkan akurasi tinggi seperti penerbangan.

Lantas, bagaimana cara kerja teknologi koreksi GPS yang dikembangkan BRIN dan apa saja manfaatnya? Berikut penjelasannya.

Mengapa Sinyal GPS Bisa Tidak Akurat?

GPS (Global Positioning System) menentukan posisi perangkat dengan menghitung waktu tempuh sinyal dari beberapa satelit. Namun, akurasinya dapat terganggu ketika sinyal melewati ionosfer, lapisan atmosfer yang mengandung ion dan elektron bebas.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, Slamet Supriadi, menjelaskan bahwa ionosfer dapat memperlambat perjalanan sinyal sehingga memengaruhi perhitungan jarak dan posisi.

“Kalau sinyal satelit GPS lewat, waktu tempuhnya akan dilambatkan. Waktu tempuh yang setara dengan jarak ke setiap satelit jadi berubah, sehingga posisi tidak akurat lagi,” kata Slamet saat memberikan pemaparan di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung, Rabu (14/10/2026).

Gangguan tersebut dapat membuat lokasi yang ditunjukkan pada ponsel meleset dari posisi sebenarnya. Dalam penerbangan, ketelitian posisi menjadi lebih krusial karena navigasi harus memenuhi standar keselamatan yang ketat.

Selain gangguan alami, sinyal GPS juga rentan terhadap jamming, yakni gangguan yang sengaja dibuat untuk menghambat penerimaan sinyal. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan keandalan navigasi satelit.

Baca Juga: BRIN Ungkap Kandungan Gizi Sidat, Pabrik Jamu Cilacap Sudah Mengolahnya Jadi Gizidat Sejak 2018

Dikutip dari BRIN, Selasa (20/10/2026), PRMC mengembangkan teknologi koreksi GPS dan Global Navigation Satellite System (GNSS), termasuk sistem GBAS dan SBAS, untuk meningkatkan akurasi navigasi, khususnya di sektor penerbangan.

Cara Kerja Teknologi Koreksi GPS yang Dikembangkan BRIN

BRIN mengembangkan teknologi untuk membantu memperbaiki akurasi informasi posisi melalui sistem augmentasi navigasi satelit. Dalam bahan yang disampaikan PRMC BRIN, terdapat dua pendekatan yang menjadi perhatian, yaitu Ground-Based Augmentation System (GBAS) dan Satellite-Based Augmentation System (SBAS).

Keduanya dirancang untuk membantu meningkatkan ketelitian dan keandalan informasi navigasi, tetapi menggunakan pendekatan yang berbeda.

1. Ground-Based Augmentation System (GBAS)

GBAS merupakan sistem augmentasi berbasis darat. Secara umum, sistem ini menggunakan stasiun referensi di darat untuk menerima sinyal satelit, membandingkan hasil pengukuran dengan posisi yang diketahui, lalu menghitung koreksi yang diperlukan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.