Masuk Lingkar Kekuasaan Prabowo, Rocky Gerung: Peralatan Raja Tak Bisa Bongkar Istana Raja

AKURAT.CO Rocky Gerung menegaskan keputusannya bergabung dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak akan mengubah sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah.
Ia memastikan tetap membawa tradisi kebebasan intelektual untuk menguji dan mengoreksi arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Rocky mengakui keputusannya bergabung dengan pemerintahan menuai kekecewaan dari sebagian pihak.
Namun, ia menilai sikap kritis tidak ditentukan oleh posisi seseorang, melainkan oleh konsistensinya dalam mempertahankan prinsip.
“Kritis atau tidak kritis bukan soal sejauh apa. Kritik itu bukan ordinal, tetapi nominal. Artinya, bukan kritik 10 persen atau 20 persen karena ada kompromi di dalam kabinet. Kritik itu ya kritik atau tidak kritik,” kata Rocky dalam acara Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang ditayangkan salah satu televisi swasta di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, dirinya tetap membawa cara berpikir yang tumbuh dari lingkungan akademik.
Jika sebelumnya menyampaikan gagasan dari luar kekuasaan, kini ia ingin membawa perspektif yang sama untuk menguji kebijakan dari dalam pemerintahan.
“Saya tidak mewakili suara mahasiswa, tetapi saya ingin mahasiswa mengerti bahwa saya tidak akan mengkhianati mereka. Saya datang dari komunitas kampus,” ujarnya.
Rocky menambahkan, Presiden Prabowo memperkenalkannya sebagai representasi komunitas pemikir akademik di Wantimpres, bukan sebagai perwakilan organisasi politik, kelompok keagamaan, ataupun kalangan purnawirawan.
“Filsuf akademisi itu konstan, tidak akan berubah,” tegasnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Masuk Istana, Begini Cara Dia Menjawab Tuduhan Pengkhianatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







