Paris dan Lyon Rusuh Usai Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Lebih dari 160 Orang Ditangkap

AKURAT.CO Kekalahan Timnas Prancis dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026 memicu kerusuhan di sejumlah kota besar di Prancis. Sedikitnya lebih dari 160 orang ditangkap setelah bentrokan dengan aparat keamanan dan aksi vandalisme yang terjadi di Paris serta Lyon pada Selasa (14/7/2026) malam waktu setempat.
Laporan media Prancis BFMTV menyebut kericuhan pecah tidak lama setelah Les Bleus kalah 0-2 dari Spanyol, hasil yang sekaligus mengubur harapan mereka melaju ke partai final Piala Dunia 2026.
Paris Jadi Titik Kerusuhan Terbesar
Menurut Kepolisian Paris (Préfecture de Police), sebanyak 141 orang diamankan di wilayah Paris dan sekitarnya terkait berbagai insiden yang terjadi pascapertandingan.
Mayoritas penangkapan dilakukan setelah sejumlah oknum diduga menembakkan kembang api jenis mortar ke arah personel kepolisian dan petugas layanan darurat yang mengamankan situasi.
Meski bentrokan sempat memanas, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban luka serius dalam rangkaian kerusuhan tersebut.
Lyon Ikut Memanas
Kericuhan juga terjadi di Place Bellecour, Lyon, tempat ratusan suporter berkumpul untuk menyaksikan pertandingan melalui layar raksasa.
Usai peluit panjang berbunyi dan Spanyol memastikan kemenangan 2-0, sejumlah kelompok kecil dilaporkan mulai membuat keributan dengan melemparkan berbagai benda, termasuk kembang api, ke arah aparat keamanan.
Polisi antihuru-hara kemudian bergerak membubarkan massa dan menangkap sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Mayoritas Pelaku Masih Berusia Muda
Otoritas setempat mengungkapkan para terduga pelaku yang ditangkap di Lyon lahir antara tahun 2002 hingga 2011, menunjukkan sebagian besar masih berusia remaja atau dewasa muda.
Meski terjadi bentrokan, pemerintah setempat memastikan tidak ada korban luka maupun kerusakan properti dalam skala besar di kota tersebut.
Kekalahan dari Spanyol Picu Kekecewaan Suporter
Kekalahan 0-2 dari Spanyol menghentikan langkah Prancis di semifinal sekaligus mengakhiri ambisi Les Bleus untuk merebut gelar juara dunia.
Kekecewaan sebagian suporter kemudian berubah menjadi aksi anarkistis yang memaksa aparat keamanan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis, terutama di pusat kota Paris dan Lyon.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 6Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







