Akurat Logo

Bukan Cuma Sentimen Global, Tata Kelola Pasar Modal Jadi Sorotan

Esha Tri Wahyuni | 29 Oktober 2026, 22:13 WIB
Bukan Cuma Sentimen Global, Tata Kelola Pasar Modal Jadi Sorotan
Ekonom Ibrahim Assuaibi dan Head Research Analyst sekaligus Wakil Pialang Berjangka Traze Andalan Futures, Kuswanto.

AKURAT.CO Ibrahim Assuaibi menyoroti transparansi kepemilikan saham, free float, dan pengawasan OJK sebagai bagian dari reformasi pasar modal di tengah tekanan IHSG.

Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak hanya berkaitan dengan tekanan pasar global.

Persoalan transparansi kepemilikan saham dan tata kelola pasar modal dalam negeri juga menjadi sorotan di tengah evaluasi yang dilakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Ibrahim Prediksi Rupiah Bisa Tembus Rp19.000

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menilai, persoalan mendasar di pasar modal Indonesia perlu diselesaikan melalui reformasi yang menyeluruh.

Menurutnya, transparansi transaksi, kejelasan struktur kepemilikan saham, dan pemenuhan ketentuan saham publik menjadi sejumlah aspek yang perlu dibenahi untuk menjaga kepercayaan investor.

Ibrahim menjelaskan, persoalan tersebut telah menjadi perhatian sejak 2024, ketika otoritas pasar modal menerima masukan dari MSCI mengenai perlunya reformasi. Namun, menurut dia, perbaikan yang dilakukan belum cukup untuk menjawab persoalan mendasar di pasar modal Indonesia.

"Kalau kita bicara masalah IHSG, kita bicara ke belakang dulu. Di tahun 2024 itu sudah OJK pasar modal mendapatkan surat dari MSCI untuk melakukan reformasi," kata Ibrahim dalam talkshow di PT. Traze Andalan Future di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Ibrahim menilai, reformasi pasar modal menghadapi tantangan ketika kepemilikan dan pengendalian perusahaan terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Kondisi tersebut, menurut Ibrahim, berpotensi menyulitkan upaya pembenahan tata kelola apabila tidak disertai pengawasan yang tegas.

Sorotan berikutnya adalah transparansi transaksi dan struktur kepemilikan emiten. Ibrahim menuturkan, evaluasi MSCI antara lain berkaitan dengan kejelasan kepemilikan saham serta besaran saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik atau free float.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.