Akurat Logo

SVOC ke-4 di Shanghai, Soroti Inovasi dan Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 29 Oktober 2026, 22:02 WIB
SVOC ke-4 di Shanghai, Soroti Inovasi dan Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati
SVOC ke-4 mengangkat tema inovasi, produktivitas, serta kolaborasi antara negara produsen dan konsumen dinilai menjadi kunci menjaga daya saing

AKURAT.CO Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menyoroti pentingnya penguatan ketahanan rantai pasok minyak nabati global di tengah dinamika geopolitik, perubahan regulasi, dan meningkatnya tuntutan keberlanjutan.

Inovasi, produktivitas, serta kolaborasi antara negara produsen dan konsumen dinilai menjadi kunci menjaga daya saing komoditas di pasar internasional.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Sustainable Vegetable Oils Conference (SVOC) ke-4 yang digelar CPOPC di Shanghai, Tiongkok, pada 27 Oktober 2026.

Baca Juga: Bahlil Dalami Dugaan Aktivitas Tambang di Perkebunan Sawit

Konferensi ini terselenggara atas dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Plantations et Huileries du Congo (PHC), dan Oil Palm Industry Corporation (OPIC).

Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh mengatakan, ketahanan rantai pasok membutuhkan informasi pasar yang andal, diversifikasi hubungan dagang, efisiensi logistik, serta kerangka kebijakan yang dapat diprediksi.

Keterlibatan yang lebih erat antara produsen dan pembeli juga diperlukan agar komitmen pasokan dan standar keberlanjutan sejalan dengan kebutuhan pasar.

Karena itu, ketahanan rantai pasok memerlukan informasi pasar yang andal, hubungan dagang yang terdiversifikasi, logistik yang efisien, dan kerangka kebijakan yang dapat diprediksi.

"Ketahanan rantai pasok juga memerlukan keterlibatan yang lebih erat antara produsen dan pembeli, sehingga komitmen pasokan, ekspektasi keberlanjutan, dan insentif komersial dapat lebih selaras,” kata Izzana Salleh dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Dalam konferensi ini juga membahas peran Shanghai dalam perdagangan hijau dan kerja sama internasional, serta implikasi perubahan lanskap geopolitik terhadap perdagangan minyak nabati global dan ketahanan rantai pasok.

*Mendorong Keberlanjutan melalui Produktivitas dan Inovasi*
Sesi tematik pertama, “Driving Sustainability through Productivity and Innovation”, mengulas peran teknologi pertanian, bahan tanam unggul, mekanisasi, agronomi presisi, dan standar keberlanjutan dalam mendukung produksi minyak nabati yang lebih efisien dan bertanggung jawab.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.