SVOC ke-4 di Shanghai, Soroti Inovasi dan Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati

AKURAT.CO Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menyoroti pentingnya penguatan ketahanan rantai pasok minyak nabati global di tengah dinamika geopolitik, perubahan regulasi, dan meningkatnya tuntutan keberlanjutan.
Inovasi, produktivitas, serta kolaborasi antara negara produsen dan konsumen dinilai menjadi kunci menjaga daya saing komoditas di pasar internasional.
Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Sustainable Vegetable Oils Conference (SVOC) ke-4 yang digelar CPOPC di Shanghai, Tiongkok, pada 27 Oktober 2026.
Baca Juga: Bahlil Dalami Dugaan Aktivitas Tambang di Perkebunan Sawit
Konferensi ini terselenggara atas dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Plantations et Huileries du Congo (PHC), dan Oil Palm Industry Corporation (OPIC).
Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh mengatakan, ketahanan rantai pasok membutuhkan informasi pasar yang andal, diversifikasi hubungan dagang, efisiensi logistik, serta kerangka kebijakan yang dapat diprediksi.
Keterlibatan yang lebih erat antara produsen dan pembeli juga diperlukan agar komitmen pasokan dan standar keberlanjutan sejalan dengan kebutuhan pasar.
Karena itu, ketahanan rantai pasok memerlukan informasi pasar yang andal, hubungan dagang yang terdiversifikasi, logistik yang efisien, dan kerangka kebijakan yang dapat diprediksi.
"Ketahanan rantai pasok juga memerlukan keterlibatan yang lebih erat antara produsen dan pembeli, sehingga komitmen pasokan, ekspektasi keberlanjutan, dan insentif komersial dapat lebih selaras,” kata Izzana Salleh dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Dalam konferensi ini juga membahas peran Shanghai dalam perdagangan hijau dan kerja sama internasional, serta implikasi perubahan lanskap geopolitik terhadap perdagangan minyak nabati global dan ketahanan rantai pasok.
*Mendorong Keberlanjutan melalui Produktivitas dan Inovasi*
Sesi tematik pertama, “Driving Sustainability through Productivity and Innovation”, mengulas peran teknologi pertanian, bahan tanam unggul, mekanisasi, agronomi presisi, dan standar keberlanjutan dalam mendukung produksi minyak nabati yang lebih efisien dan bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 6Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







