Akurat Logo

Literasi Keuangan Belum Maksimal, Investor Perlu Pahami Risiko Investasi Saham dan Emas

Esha Tri Wahyuni | 29 Oktober 2026, 22:07 WIB
Literasi Keuangan Belum Maksimal, Investor Perlu Pahami Risiko Investasi Saham dan Emas
Ekonom Ibrahim Assuaibi dan Head Research Analyst sekaligus Wakil Pialang Berjangka Traze Andalan Futures, Kuswanto.

AKURAT.CO IHSG bergejolak dan harga emas bergerak dinamis. Pahami faktor penggerak harga, risiko perdagangan emas berjangka, dan pentingnya literasi keuangan sebelum berinvestasi.

Gejolak pasar saham dan pergerakan harga emas menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa keputusan investasi tidak cukup hanya didasarkan pada tren pasar.

Di tengah semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan, pemahaman mengenai risiko dan cara kerja instrumen investasi masih menjadi hal penting yang perlu diperkuat.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus USD115 per Barel, IHSG dan Rupiah Kian Tertekan

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 11 Agustus 2026, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57%. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil SNLIK 2025 sebesar 66,64%.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%, naik dari 92,74% pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan relatif luas, tetapi peningkatan pemahaman mengenai produk dan risiko keuangan tetap diperlukan.

Perbedaan kedua indeks itu menjadi relevan ketika masyarakat dihadapkan pada pilihan instrumen investasi di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Penurunan harga saham, misalnya, tidak serta-merta menjadikan emas sebagai pilihan yang selalu menguntungkan.

Dinamika tersebut menjadi salah satu topik dalam Traze Open House yang digelar PT Traze Andalan Futures pada Kamis (29/10/2026) di Sinarmas Land Plaza Sudirman atau MSIG Tower, Jakarta Selatan.

Talk show bertajuk IHSG Rontok, Emas Jadi Peluang atau Jebakan? itu menghadirkan Ekonom Ibrahim Assuaibi dan dipandu Head Research Analyst sekaligus Wakil Pialang Berjangka Traze Andalan Futures, Kuswanto.

Diskusi tersebut membahas pengaruh isu MSCI terhadap pasar saham Indonesia, faktor yang memengaruhi harga emas, serta strategi menghadapi volatilitas pasar. Peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai kondisi pasar dan risiko perdagangan instrumen keuangan.

IHSG Turun, Emas Tak Selalu Jadi Pilihan Aman

Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, emas kerap dipertimbangkan sebagai alternatif investasi ketika saham mengalami tekanan. Namun, pergerakan kedua instrumen tersebut tidak selalu berlawanan arah karena masing-masing dipengaruhi oleh faktor yang berbeda.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.