Bocoran Pejabat Gedung Putih kepada Wartawan: 10 Poin Kesepakatan yang Dipublikasi Iran Tidak Sesuai yang Dibahas dengan AS

AKURAT.CO Kesepakatan gencatan senjata dua pekan telah dipublikasi Iran. Namun, pihak Amerika Serikat mengungkapkan terdapat perbedaan klaim 10 poin gencatan senjata yang telah disepakati tersebut.
Dilaporkan AFP, seorang pejabat AS membocorkan bahwa dokumen berisi 10 poin gencatan senjata yang dipublikasikan Iran tidak sama dengan kerangka kesepakatan yang dibahas bersama Gedung Putih untuk menghentikan sementara konflik.
"Dokumen yang dilaporkan oleh media bukanlah kerangka kerja yang berlaku," ujar pejabat senior tersebut yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/4/2026).
Ia menolak memberikan penjelasan lebih jauh terkait isi kesepakatan. "Kami tidak akan bernegosiasi di depan umum sebagai bentuk penghormatan terhadap proses tersebut," katanya.
Pernyataan ini memicu kekhawatiran baru terkait rapuhnya gencatan senjata yang diumumkan pada Selasa (7/4/2026) malam. Kesepakatan itu muncul hanya beberapa jam sebelum batas waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk memenuhi tuntutan Washington atau menghadapi ancaman yang ia sebut sebagai akhir dari "seluruh peradaban" Iran.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa pihaknya menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar untuk melanjutkan perundingan selama masa gencatan senjata dua pekan. "kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi."
Namun, media pemerintah Iran kemudian merilis rincian proposal tersebut, yang mencakup sejumlah poin seperti tetapnya kendali Iran atas Selat Hormuz, pencabutan sanksi internasional, serta "penerimaan" program pengayaan uranium.
Isi proposal itu dinilai bertolak belakang dengan posisi resmi Washington terkait tuntutan terhadap Teheran.
Pada Rabu (8/4), Trump juga melontarkan kritik keras melalui platform Truth Social terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan kesepakatan.
"Dalam banyak kasus, mereka adalah penipu, dukun palsu, dan lebih buruk," katanya.
Ia menegaskan bahwa hanya ada satu set poin yang menjadi acuan bagi Amerika Serikat dalam negosiasi tersebut. "Hanya ada satu kelompok 'poin' yang bermakna yang dapat diterima oleh Amerika Serikat, dan kami akan membahasnya secara tertutup selama Negosiasi ini," kata Trump.
"Ini adalah poin-poin yang menjadi dasar kesepakatan gencatan senjata kami."
Sumber: AFP
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






