BREAKING: Iran Konfirmasi Khamenei Tewas, AS-Israel Lanjutkan Serangan Tanpa Henti

AKURAT.CO Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Informasi ini dilaporkan media Iran di tengah operasi militer yang masih berlangsung, seperti diberitakan Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).
Media Iran juga melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Hingga kini, belum ada pernyataan terperinci mengenai lokasi pasti serangan yang menewaskan keluarga pemimpin tertinggi Iran itu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan dimulainya operasi tempur besar di Iran setelah Israel meluncurkan serangan rudal pada Sabtu lalu. Trump menegaskan bahwa pemboman akan terus berlanjut.
Baca Juga: Kondisi Jemaah Umrah Indonesia di Arab Saudi Pasca Iran Diserang Amerika-Israel
“Serangan akan berlanjut tanpa gangguan sepanjang pekan ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kami,” kata Trump.
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa satu serangan menghantam sebuah sekolah di wilayah selatan negara itu dan menewaskan sedikitnya 108 orang. Secara keseluruhan, sedikitnya 201 orang dilaporkan tewas di 24 provinsi akibat rangkaian serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan terhadap Israel serta aset-aset Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah. Target disebut berada di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.
Baca Juga: Selat Hormuz di Ambang Krisis, Akankah Jadi Alarm untuk Rupiah dan Inflasi Indonesia?
Pertukaran serangan tersebut memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara kawasan. Beberapa pemerintah di Timur Tengah menutup sementara ruang udara mereka sebagai langkah antisipasi keamanan di tengah eskalasi militer yang terus meningkat.
Sebelum serangan AS-Israel berlangsung kemarin, Khamenei telah berulang kali menyatakan bahwa kematiannya hanyalah perkara waktu dan tidak akan melemahkan pemerintahan Republik Islam. Dia juga menyatakan negaranya sudah siap untuk perang panjang dan melakukan suksesi kepemimpinan jika ia harus wafat dalam serangan AS dan sekutunya.
Situasi di kawasan masih sangat dinamis, dengan potensi perluasan konflik yang memicu kekhawatiran global. Hingga laporan ini disusun, serangan dari kedua pihak dilaporkan masih berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan








