Tumpukan Sampah di TPA Cebu Filipina Longsor, 1 Orang Tewas, 38 Dinyatakan Hilang

AKURAT.CO Longsoran tumpukan sampah dan puing di sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) di Filipina menewaskan satu orang, melukai belasan lainnya, dan membuat 38 orang masih dinyatakan hilang. Menurut keterangan pejabat, peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/1).
Media lokal melaporkan bahwa sebanyak 13 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup oleh tim penyelamat sepanjang malam. Sementara itu, pencarian terus dilakukan terhadap puluhan korban yang diduga masih tertimbun setelah gunungan sampah, tanah, dan puing runtuh di Desa Binaliw, Cebu, Kamis sore.
Sebagian besar korban merupakan pekerja TPA. Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya warga sekitar yang ikut terdampak.
Direktur Kepolisian Regional Brigadir Jenderal Roderick Maranan mengatakan satu korban selamat, seorang pekerja perempuan, meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Korban lainnya mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan.
Salah satu korban selamat, Jaylord Antigua (31), pegawai kantor di TPA tersebut, mengatakan longsor terjadi mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya, meski cuaca cerah. Kantornya hancur tertimbun, dan ia berhasil keluar dengan merangkak dari bawah timbunan sampah.
“Saya melihat cahaya dan langsung merangkak ke arah sana karena takut terjadi longsor susulan,” kata Antigua. “Ini sangat traumatis. Saya merasa hidup saya hampir berakhir.”
Wali Kota Cebu Nestor Archival bersama Badan Pertahanan Sipil Filipina memastikan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap 38 orang yang masih hilang terus dilakukan.
“Seluruh tim tanggap darurat tetap dikerahkan penuh dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Archival dalam pernyataan resmi.
Ia menegaskan pemerintah kota akan menjamin keselamatan, transparansi, serta pendampingan bagi korban dan keluarga selama proses evakuasi berlangsung.
Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan alat berat menyisir bangunan yang hancur, dengan atap seng terpelintir dan rangka besi berserakan.
Keluarga korban tampak menunggu dengan cemas di sekitar lokasi. Seorang perempuan terlihat menangis dan meminta petugas mempercepat pencarian.
Menurut Maranan, salah satu bangunan yang tertimbun adalah gudang tempat pekerja memilah sampah dan barang daur ulang. Namun, belum dipastikan apakah rumah warga di sekitar lokasi juga terkena dampak.
Pengelola fasilitas pengelolaan sampah yang mempekerjakan sekitar 110 orang dijadwalkan menggelar rapat darurat pada Jumat.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan di TPA dan lokasi pembuangan terbuka di Filipina, yang selama ini rawan menimbulkan risiko kesehatan dan kecelakaan, terutama di wilayah dekat permukiman miskin.
Pada Juli 2000, longsoran sampah besar di kawasan kumuh Quezon City, Metro Manila, menewaskan lebih dari 200 orang dan memicu kebakaran. Tragedi tersebut mendorong pemerintah Filipina menutup TPA ilegal dan memperketat pengelolaan sampah nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







