Berbagai Fakta Sekte Sesat Di Kenya, Salah Satunya Dilarang Makan Demi Bertemu Yesus

AKURAT.CO, Berbagai fakta sekte sesat di Kenya langsung menjadi perhatian publik setelah ditemukan pada hari yang sama.
Sekte tersebut diketahui dipimpin oleh Paul Mackenzie dan berlokasi di Hutan Shakahola, Malindi, Kenya.
Berbagai fakta baru terungkap seperti jumlah korban meninggal yang mencapai 403 orang. Setidaknya, 95 orang berhasil diselamatkan oleh otoritas Kenya.
Fakta Sekte di Kenya
Berikut ini berbagai fakta sekte di Kenya, dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (23/8/2023).
1. Lebih Dari 600 Orang Dilaporkan Hilang
Sekitar 614 orang yang terkait sekte sesat itu dilaporkan hilang. Bahkan, penyelidik masih harus menemukan kuburan massal di Hutan Shakahola.
Onyancha mengatakan, sekitar 253 dari 403 jenawah telah melewati proses DNA.
Ahli patologi menyebut sebagian besar jenazah sudah terurai.
2. Dugaan Menjadi Tempat Perdagangan Organ
Tidak hanya itu, tim penyelidik juga mengungkapkan bahwa sebagian korban tewas kehilangan organ tubuhnya.
Diduga sekte sesat ini juga terlibat dalam perdagangan manusia.
Menteri Dalam Negeri Kenya, Kithure Kindiki lantas mengeluarkan peringatan keras dan bersumpah untuk mempertanggungjawabkan kasus ini yang diklaim sebagai kelalaian tugas mereka.
Secara khusus, Kindiki menyinggung beberapa petugas Layanan Polisi Nasional dan beberapa pejabat yudikatif.
Dengan menyebut mereka sebagai pihak yang mungkin bakal menghadapi konsekuensi hukum atas dugaan kegagalan dalam mencegah peristiwa tragis yang melibatkan pemimpin sekte Shakahola.
3. Larangan Makan Demi Bertemu Yesus
Fakta sekte sesat di Kenya selanjutnya adalah mendoktrin umatnya untuk berpuasa dengan tidak makan dan minum dalam waktu yang lama.
Pemimpin sekte dengan nama Good News Internation Church, Makcenzi, mengatakan bahwa melaparkan diri hingga meninggal dunia adalah jalan untuk dapat ke surga dan bertemu Yesus sebelum hari kiamat.
Bahkan dilaporkan bahwa pendeta sekte mewajibkan anak-anak untuk berpuasa terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh perempuan dan laki-laki dewasa.
Karena aksi tersebut, sekitar 50 hingga 60 persen korban tewas adalah anak-anak.
Itulah beberapa fakta sekte sesat di Kenya yang menewaskan lebih dari 400 orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








