Akurat Logo

Apa Itu Brain Freeze? Kenali Penyebab, Gejala, dan Apakah Berbahaya?

Redaksi Akurat | 8 November 2026, 16:49 WIB
Apa Itu Brain Freeze? Kenali Penyebab, Gejala, dan Apakah Berbahaya?
Brain freeze merupakan kondisi yang cukup umum terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman dingin terlalu cepat.

AKURAT.CO Pernahkah kepala terasa sakit secara tiba-tiba setelah mengonsumsi es krim atau minuman yang sangat dingin? Kondisi tersebut dikenal dengan istilah brain freeze. Rasa sakit biasanya muncul secara mendadak, terutama pada bagian dahi, dan dapat terasa seperti sensasi menusuk selama beberapa detik.

Brain freeze merupakan kondisi yang cukup umum terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman dingin terlalu cepat. Meskipun menimbulkan rasa tidak nyaman, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya.

Dalam istilah medis, brain freeze dikenal sebagai cold-stimulus headache atau sphenopalatine ganglioneuralgia. Kondisi ini bukan berarti otak benar-benar membeku, melainkan respons tubuh terhadap perubahan suhu secara mendadak di dalam mulut dan tenggorokan.

Baca Juga: Minuman Dingin hingga Makanan Pedas Tak Boleh Dikonsumsi Saat Perut Kosong

Lantas, apa penyebab brain freeze, bagaimana gejalanya, dan apakah kondisi ini berbahaya bagi kesehatan? Berikut penjelasannya.

1. Apa Itu Brain Freeze?

Brain freeze adalah sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman bersuhu sangat dingin. Beberapa contoh pemicunya adalah es krim, es batu, es serut, dan minuman dingin.

Kondisi ini biasanya menimbulkan rasa nyeri di bagian depan kepala, terutama dahi, meskipun sebagian orang dapat merasakannya di pelipis atau sekitar belakang mata.

Brain freeze terjadi karena adanya respons tubuh terhadap perubahan suhu yang mendadak pada bagian langit-langit mulut atau belakang tenggorokan. Rangsangan tersebut kemudian diteruskan melalui sistem saraf sehingga menimbulkan sensasi sakit kepala.

Istilah ice cream headache juga sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ini karena es krim menjadi salah satu pemicu yang paling umum.

2. Apa Penyebab Brain Freeze?

Penyebab utama brain freeze adalah paparan suhu dingin secara mendadak pada bagian langit-langit mulut dan belakang tenggorokan.

Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang sangat dingin, suhu di area tersebut mengalami penurunan dengan cepat. Tubuh kemudian memberikan respons melalui perubahan aktivitas pembuluh darah dan saraf di sekitar area mulut.

Salah satu teori yang banyak digunakan menjelaskan bahwa pembuluh darah di area langit-langit mulut mengalami penyempitan akibat suhu dingin, kemudian melebar kembali dengan cepat ketika suhu mulai berubah.

Perubahan tersebut diduga merangsang reseptor nyeri yang kemudian mengirimkan sinyal melalui saraf trigeminal. Saraf ini memiliki peran penting dalam menghantarkan sensasi dari wajah menuju otak.

Akibatnya, otak menginterpretasikan rangsangan tersebut sebagai rasa sakit di bagian kepala, meskipun pemicu awalnya berasal dari area mulut.

Meski demikian, mekanisme pasti terjadinya brain freeze masih diteliti. Perubahan pembuluh darah dan aktivitas saraf merupakan beberapa penjelasan yang digunakan untuk memahami fenomena tersebut.

3. Apa Saja Gejala Brain Freeze?

Gejala brain freeze umumnya mudah dikenali karena muncul tidak lama setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman dingin.

Berikut beberapa gejala yang dapat dirasakan:

  • Sakit kepala mendadak: Rasa nyeri muncul secara tiba-tiba setelah mengonsumsi sesuatu yang dingin.

  • Nyeri pada bagian dahi: Bagian depan kepala menjadi lokasi yang paling sering mengalami rasa sakit.

  • Sensasi menusuk: Rasa sakit dapat terasa tajam dan intens, meskipun hanya berlangsung sebentar.

  • Nyeri pada pelipis: Sebagian orang merasakan sakit di kedua sisi kepala.

  • Nyeri di sekitar mata: Sensasi sakit terkadang menjalar ke bagian belakang atau sekitar mata.

Brain freeze biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga kurang dari dua menit. Setelah rangsangan dingin berkurang, rasa sakit umumnya menghilang dengan sendirinya.

4. Apakah Brain Freeze Berbahaya?

Secara umum, brain freeze tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kerusakan otak. Kondisi ini merupakan respons sementara tubuh terhadap perubahan suhu yang terjadi secara mendadak.

Meskipun rasa sakitnya dapat terasa cukup kuat, brain freeze biasanya tidak membutuhkan pengobatan khusus. Dalam kebanyakan kasus, rasa sakit akan hilang dalam hitungan detik hingga beberapa menit.

Namun, orang yang memiliki riwayat migrain dapat lebih rentan mengalami sakit kepala akibat rangsangan dingin. Pada sebagian orang, paparan suhu dingin juga dapat memicu serangan migrain.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah durasi dan karakteristik sakit kepala. Apabila rasa sakit berlangsung lama, semakin memburuk, atau muncul tanpa adanya paparan makanan dan minuman dingin, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.

Segera cari pertolongan medis apabila sakit kepala disertai gejala seperti gangguan penglihatan, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, kebingungan, demam dengan leher kaku, atau sakit kepala sangat hebat yang muncul secara mendadak.

Gejala tersebut bukan ciri khas brain freeze biasa dan dapat menandakan kondisi kesehatan yang lebih serius.

5. Bagaimana Cara Mengatasi Brain Freeze?

Brain freeze umumnya dapat menghilang dengan sendirinya tanpa memerlukan obat. Namun, terdapat beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan rasa sakit.

Baca Juga: Rumah Dibobol Maling, Drake Hanya Kehilangan Satu Kaleng Minuman Dingin

Berikut beberapa cara mengatasi brain freeze:

1. Hentikan konsumsi makanan atau minuman dingin

Ketika brain freeze mulai terasa, segera hentikan konsumsi makanan atau minuman yang menjadi pemicunya. Langkah ini membantu mengurangi paparan suhu dingin pada langit-langit mulut.

2. Tempelkan lidah ke langit-langit mulut

Menempelkan bagian atas lidah ke langit-langit mulut dapat membantu menghangatkan area tersebut menggunakan panas tubuh. Lakukan selama beberapa saat sampai rasa sakit mulai berkurang.

3. Minum air bersuhu ruang

Mengonsumsi air dengan suhu normal dapat membantu mengembalikan suhu di dalam mulut secara bertahap. Hindari kembali meminum air yang terlalu dingin selama rasa sakit masih terasa.

4. Tunggu hingga rasa sakit menghilang

Karena brain freeze biasanya berlangsung singkat, seseorang dapat beristirahat sejenak dan menunggu rasa sakit mereda. Penggunaan obat pereda nyeri umumnya tidak diperlukan untuk brain freeze biasa.

6. Bagaimana Cara Mencegah Brain Freeze?

Mencegah brain freeze dapat dilakukan dengan menghindari perubahan suhu yang terlalu mendadak pada bagian mulut dan tenggorokan.

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

  • Mengonsumsi es krim secara perlahan: Hindari makan es krim terlalu cepat atau dalam jumlah besar sekaligus.

  • Minum sedikit demi sedikit: Jangan langsung menenggak minuman yang sangat dingin dalam satu tegukan.

  • Membiarkan makanan dingin sedikit menghangat: Berikan waktu agar suhu makanan tidak terlalu ekstrem ketika masuk ke dalam mulut.

  • Menghindari paparan dingin secara mendadak: Jangan langsung mengonsumsi makanan yang sangat dingin dalam jumlah banyak.

  • Mengenali pemicu pribadi: Jika sering mengalami brain freeze setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu, cobalah mengurangi kecepatan dan jumlah konsumsinya.

Langkah paling sederhana untuk mencegah brain freeze adalah menikmati makanan dan minuman dingin secara perlahan.

7. Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Brain Freeze?

Brain freeze dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan riwayat migrain cenderung lebih rentan mengalami sakit kepala akibat rangsangan dingin.

Anak-anak juga dapat mengalami brain freeze karena sering mengonsumsi es krim atau minuman dingin dengan cepat.

Meski demikian, mengalami brain freeze tidak berarti seseorang pasti memiliki penyakit migrain. Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang sebelumnya tidak pernah mengalami gangguan sakit kepala.

Brain freeze adalah sakit kepala singkat yang terjadi akibat paparan suhu dingin secara mendadak pada bagian langit-langit mulut atau belakang tenggorokan. Kondisi ini sering dialami setelah mengonsumsi es krim, es batu, atau minuman dingin terlalu cepat.

Secara umum, brain freeze tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kerusakan otak. Rasa sakit biasanya menghilang dalam hitungan detik hingga beberapa menit tanpa memerlukan pengobatan khusus.

Untuk mengatasinya, seseorang dapat menghentikan konsumsi makanan dingin, menempelkan lidah ke langit-langit mulut, atau minum air bersuhu ruang. Sementara itu, pencegahannya dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan dan minuman dingin secara perlahan.

Apabila sakit kepala berlangsung lama, semakin memburuk, atau disertai gejala lain yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R