Longsor Terjang Kenya Barat, 21 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Hilang

AKURAT.CO Pemerintah Kenya mengonfirmasi bahwa 21 orang tewas akibat tanah longsor yang melanda wilayah barat negara itu. Bencana terjadi setelah hujan deras mengguyur pada Jumat malam (31/10/2025) waktu setempat.
Menteri Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen, mengatakan jenazah para korban telah dievakuasi ke lapangan udara terdekat di Marakwet East, lokasi terparah terdampak longsor.
Dalam pernyataannya di platform X (Twitter), Murkomen menambahkan bahwa lebih dari 30 orang masih belum ditemukan setelah dilaporkan hilang oleh keluarga mereka. Sementara itu, 25 korban luka berat telah diterbangkan untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Menurut Palang Merah Kenya (Kenya Red Cross), upaya pencarian dan evakuasi terkendala karena wilayah terdampak masih sulit dijangkau akibat longsor susulan dan banjir bandang. Kondisi jalan yang tertutup lumpur membuat bantuan sulit disalurkan melalui darat.
Pemerintah Kenya sempat menghentikan sementara operasi penyelamatan pada Sabtu malam, namun akan melanjutkannya kembali pada Minggu.
“Persiapan untuk menyalurkan bantuan makanan dan non-makanan kepada para korban sedang dilakukan,” ujar Murkomen. “Helikopter militer dan kepolisian disiagakan untuk mengangkut bantuan tersebut.”
Kenya saat ini tengah memasuki musim hujan kedua, yang biasanya disertai curah hujan sedang hingga lebat. Pemerintah telah mengimbau warga yang tinggal di dekat sungai musiman atau kawasan yang mengalami longsor pada Jumat lalu untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di negara tetangga, Uganda, bencana serupa juga terjadi di wilayah timur yang berbatasan dengan Kenya. Palang Merah Uganda melaporkan bahwa banjir dan tanah longsor telah menewaskan beberapa orang sejak Rabu (29/10/2025).
Pada Sabtu, longsor kembali terjadi di Desa Kapsomo, menghancurkan satu rumah dan menewaskan empat orang di dalamnya. Palang Merah Uganda menyebut sebagian besar desa di Distrik Bulambuli kini terdampak banjir parah setelah Sungai Astiri dan Sungai Sipi meluap, menghancurkan rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








