Presiden Kenya Desak Reformasi Dewan Keamanan PBB, Minta Afrika Dapat Kursi Tetap dengan Hak Veto

AKURAT.CO Presiden Kenya William Ruto mendesak reformasi segera pada struktur keanggotaan Dewan Keamanan PBB agar benua Afrika memiliki perwakilan tetap. Seruan ini disampaikan Rabu (24/9/2025) dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, New York.
Ruto menegaskan bahwa reformasi Dewan Keamanan bukan hanya untuk keuntungan Afrika, tetapi penting bagi masa depan organisasi internasional tersebut.
“Mereformasi Dewan Keamanan bukanlah keuntungan bagi Afrika atau pihak mana pun. Reformasi adalah keharusan bagi kelangsungan hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Ruto.
Ia menuntut agar Afrika mendapat dua kursi tetap dengan hak veto serta dua kursi tidak tetap agar keterwakilan global menjadi lebih seimbang.
Ketimpangan Sejak 1945
Saat ini, Afrika mewakili 54 dari 193 anggota PBB dan sekitar 17 persen populasi dunia, tetapi tidak memiliki kursi tetap di Dewan Keamanan. Kondisi ini dianggap warisan dinamika kekuatan lama sejak 1945, ketika sebagian besar negara Afrika masih berada di bawah penjajahan dan dikecualikan dari forum internasional pasca-Perang Dunia II.
Ironisnya, hampir separuh konflik regional yang dibahas Dewan Keamanan justru terjadi di Afrika. Sejarah mencatat keterlibatan PBB di benua ini, mulai dari respons terhadap situasi di Namibia, era apartheid Afrika Selatan, hingga embargo senjata dan sanksi minyak terhadap kelompok UNITA di Angola.
Kritik atas Misi Keamanan di Haiti
Ruto juga menyoroti peran Kenya dalam membantu Haiti menghadapi kekerasan geng melalui Misi Dukungan Keamanan Multinasional (MSS) yang disahkan Dewan Keamanan PBB. Ia menilai misi tersebut sebagai contoh kelemahan tata kelola keamanan global karena kekurangan dana dan hanya beroperasi dengan kapasitas personel kurang dari 40 persen.
Menurut Ruto, keberhasilan misi di Haiti akan lebih mungkin tercapai jika PBB menunjukkan solidaritas penuh. Ia menekankan perlunya aksi nyata agar misi keamanan semacam ini memiliki dampak yang lebih luas dan berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








