Pengguna Transportasi Umum Terus Meningkat, Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

AKURAT.CO Penggunaan transportasi umum di Jakarta terus menunjukkan tren peningkatan pada triwulan II-2026. Hingga Juni 2026, jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta telah mencapai 230,8 juta orang, atau meningkat 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan kenaikan jumlah pengguna transportasi publik menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat sekaligus mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi Jakarta.
"Masyarakat yang menggunakan TJ, MRT, LRT mencapai 230,8 juta penumpang pada triwulan kedua ini, jadi sampai dengan bulan Juni ini atau naik sekitar 9,7 persen," kata Pramono, di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Pramono Anung Optimistis Obligasi Rp3,5 Triliun Bakal Perkuat Keuangan Jakarta
Peningkatan mobilitas masyarakat berjalan seiring dengan berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang mendorong aktivitas ekonomi, termasuk melalui pemberian insentif fiskal kepada penyelenggara berbagai kegiatan dan acara di Jakarta.
Menurutnya, kebijakan tersebut berhasil menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan. Berbagai rangkaian kegiatan dalam Jakarta Festive Wonders mampu menghasilkan transaksi ekonomi hingga Rp67,5 triliun.
"Berbagai kegiatan tersebut berhasil mendorong aktivitas ekonomi pariwisata dan konsumsi masyarakat," ujarnya.
Tak hanya sektor transportasi, sektor pariwisata juga mencatat pertumbuhan positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 8,82 juta perjalanan. Sementara kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 8,17 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 1,04 juta kunjungan.
Untuk menjaga tren positif itu, Pemprov Jakarta terus memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi. Salah satu langkah yang tengah dilakukan ialah meningkatkan konektivitas antarmoda melalui pembangunan infrastruktur transportasi massal.
Baca Juga: Pramono Anung: Investor Berebut Obligasi Jakarta Senilai Rp3,5 Triliun
Jalur LRT Jakarta yang menghubungkan Stasiun Pegangsaan Dua hingga Manggarai ditargetkan mulai beroperasi dan diresmikan pada Agustus 2026. Selain itu, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota juga terus dikebut guna memperluas jaringan transportasi publik di Jakarta.
Dia meyakini, semakin baik konektivitas transportasi akan semakin memperkuat daya saing Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional. Mobilitas masyarakat yang semakin mudah dinilai akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor perdagangan, jasa, hingga pariwisata.
"Kami meyakini bahwa ketika mobilitas ini menjadi lebih baik, mudah-mudahan ini menjadi trigger ekonomi di Jakarta juga menjadi semakin baik karena transportasi adalah salah satu penanda untuk bagaimana Jakarta ekonominya tumbuh dengan baik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








