Moto3 GP Qatar: Hiroshi Aoyama Optimistis Honda Team Asia Bisa Sukses di Balapan Malam Lusail

AKURAT.CO, Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengusung optimisme tinggi menjelang seri ke-20 Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Sirkuit Internasional Lusail, Qatar, 6–8 November 2026.
Berbekal pencapaian terbaik tim musim ini pada seri GP Malaysia pekan lalu, Hiroshi Aoyama meyakini dua pembalap rookie-nya mampu menjaga momentum positif pada balapan malam hari (night race) di Moto3 Qatar tersebut.
Sirkuit Sepang, Malaysia, sebelumnya menjadi panggung paling impresif bagi garasi Honda Team Asia sepanjang musim 2026. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil luar biasa meraih podium kedua (P2) setelah bertarung sengit dari posisi start kedelapan (P8).
Sementara itu, koleganya asal Jepang, Zen Mitani, mencatatkan poin perdana musim ini usai merangkak naik dari P19 hingga finis di urutan ke-13 (P13).
Baca Juga: MotoGP Qatar: Setelah Podium di Sepang, Veda Ega Pratama Hanya Ingin Bersaing di Depan
Rangkaian GP Qatar sekaligus menutup jadwal padat triple-header tur Asia-Pasifik usai melintasi Australia dan Malaysia. Aoyama menilai tren positif dari Sepang menjadi modal berharga bagi timnya untuk kembali bersaing di barisan depan.
"Kami menuju Qatar untuk Grand Prix berikutnya di Lusail. Sirkuit ini terletak di tengah padang pasir dan memiliki tata letak yang khusus. Lintasannya cukup datar, dengan banyak jenis tikungan yang terhubung ke trek lurus utama yang panjang," kata Hiroshi Aoyama dikutip dari keterangan resmi Honda Team Asia, Kamis (5/11/2026).
Waspadai Perubahan Angin dan Cengkeraman Aspal Padang Pasir di Moto3 Qatar
Sirkuit Internasional Lusail sepanjang 5,38 kilometer menyajikan tantangan yang sangat berbeda dibanding Sepang. Meski dikelilingi rumput buatan untuk menahan hempasan pasir, sirkuit dengan karakter tikungan cepat ke kiri dan trek lurus panjang ini dikenal memiliki tingkat daya cengkeram (grip) yang mudah berubah.
Hiroshi Aoyama menekankan pentingnya adaptasi cepat dari Veda Ega Pratama dan Zen Mitani untuk membaca perubahan cuaca serta terpaan angin gurun yang kerap berembus kencang di Lusail.
"Karena lintasan dikelilingi padang pasir, tingkat grip bisa menjadi tantangan dan kondisinya dapat berubah tergantung angin, yang sering kali bertiup cukup kencang," jelas mantan juara dunia kelas 250cc tersebut.
"Bagi para pembalap, menemukan feeling yang tepat dan mengelola kondisi yang berubah-ubah ini tidak selalu mudah. Namun, kedua pembalap kami mengenal sirkuit ini dengan baik."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







