Akurat Logo

Korea Terbuka: Ni Kadek Dhinda Terhenti di Perempat Final, Takluk di Tangan Akane Yamaguchi

Dian Eko Prasetio | 6 November 2026, 15:14 WIB
Korea Terbuka: Ni Kadek Dhinda Terhenti di Perempat Final, Takluk di Tangan Akane Yamaguchi
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, saat berjabat tangan dengan lawannya, Akane Yamaguchi, usai dikalahkan di perempat final Korea Terbuka 2026 di Yeosu, Korea Selatan, Jumat (6/11/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Perjuangan pebulutangkis tunggal putri muda Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, di ajang BWF World Tour Super 500 Korea Terbuka 2026 harus terhenti di babak perempat final.

Bertanding di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Jumat (6/11/2026), Ni Kadek Dhinda takluk di tangan pebulutangkis unggulan kedua asal Jepang, Akane Yamaguchi, dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 18-21.

Meski sempat memberikan perlawanan ketat pada paruh awal gim pertama laga Korea Terbuka kali ini, laju perolehan angka Ni Kadek Dhinda mulai tertinggal jauh setelah Akane sukses mengubah tempo permainan selepas interval sebelas poin.

Pebulutangkis yang merangkak dari babak kualifikasi ini mengaku kewalahan menghadapi variasi serangan serta pengembalian bola akurat dari mantan ratu bulutangkis dunia tersebut.

Baca Juga: Korea Terbuka: Kadek Dhinda, Mutiara Ayu, dan Richie Richardo Tembus Babak Utama

"Di awal gim pertama, saya bisa mengimbangi dia tapi setelah poin sebelas dia mempercepat tempo dan jauh meninggalkan saya," kata Dhinda usai pertandingan.

"Saya kurang bisa menahan bola-bola dia jadi mudah mati sendiri. Pengembalian lob-nya sangat dalam dan jauh dari jangkauan, itu membuat saya sangat kesulitan."

Meski demikian, perlawanan sengit sempat ditunjukkan Dhinda pada gim kedua. Ia bahkan sempat mendulang beberapa angka beruntun di poin-poin krusial menjelang akhir laga sebelum akhirnya Akane Yamaguchi memastikan kemenangan dalam tempo dua gim.

Menatap hasil positif yang diraihnya sepanjang pekan ini, mulai dari berjuang melalui babak kualifikasi hingga sukses menembus delapan besar turnamen level Super 500, Dhinda mengaku bersyukur sekaligus termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas fisik dan permainannya.

"Di gim kedua ada momen jelang terakhir saya dapat beberapa poin beruntun tapi setelah itu tetap tidak kuat untuk menahannya," ungkap Dhinda.

"Di luar hasil hari ini, saya pasti senang banget karena enggak mudah juga bisa mencapai babak delapan besar apalagi harus melewati kualifikasi dengan lawan-lawan yang tangguh. Hanya tentunya saya enggak puas juga, pasti pengen hasil yang lebih lagi."

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.