PON Aceh-Sumut: Perkuat Kalbar, Veddriq Leonardo dan Tim Tumbang di Semifinal Beregu

AKURAT.CO, Kejutan besar terjadi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 di cabang olahraga (cabor) panjat tebing nomor speed relay putra.
Tim Sumatera Utara yang diperkuat Busan Muhammad Rifki, Rian Gordon, dan Glenn Bakri mampu menyingkirkan perlawanan peraih emas Olimpiade, Veddriq Leonardo, di semifinal PON Aceh-Sumut.
Adapun Veddriq Leonardo membela Kalimantan Barat bersama Donny Kurniawan, dan Ryan Ramadhani di panjat tebing PON Aceh-Sumut.
Baca Juga: Veddriq Leonardo dan Kolega Olimpian Turun di PON, Jadi Standar Panjat Tebing Level Nasional
Berlaga di Arena Panjat Tebing, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (8/9), Sumut berhak atas medali emas PON Aceh-Sumut usai mencatatkan waktu tercepat 15,84 detik.
Di final, Busan dan kolega juga mampu menundukkan Jawa Tengah yang diperkuat Kiromal Katibin, Alfian Muhammad Fajri, dan Aditya Tri Syahrial yang harus puas meraih perak dengan catatan waktu 16,64 detik.
Sementara Veddriq dan dua koleganya di Kalbar harus puas dengan medali perunggu usai mencatatkan waktu terbaik 16,78 detik untuk tempat ketiga.
Meskipun hasil ini mengejutkan banyak pihak, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, tetap bersyukur dengan pencapaian atlet-atlet panjat tebing Tanah Air.
Menurutnya, PON kali ini bisa menjadi kesempatan bagi FPTI untuk menemukan dan mengembangkan potensi atlet baru yang dapat menyamai atau bahkan melampaui capaian-capaian atlet-atlet senior seperti Veddriq Leonardo.
Baca Juga: Atlet Kembar Papua Sumbang Emas dan Perunggu di Panjat Tebing PON XXI 2024
"PON adalah ajang yang sangat penting untuk melihat potensi-potensi baru. Kekalahan ini (Veddriq) memberikan ruang bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuannya dan mungkin mereka akan menjadi bintang di panggung internasional," kata Yenny Wahid melalui keterangan resminya, Minggu (8/9).
Nomor speed relay putra baru diperkenalkan pada PON 2024 kali ini. Nomor ini melibatkan gabungan waktu dari tiga atlet yang bersaing melawan tim lain yang juga terdiri dari tiga atlet.
Salah satu tim tidak bisa hanya mengandalkan satu atlet unggul. Mereka bisa kalah dari tim yang punya rata-rata pemanjat bagus, meskipun tidak ada atlet yang menonjol di nomor perorangan.
Nomor speed relay rencananya akan dipertandingkan secara resmi dalam kejuaraan internasional mendatang, seperti Asian Games. Bersiap untuk itu FPTI memutuskan untuk mengenalkan nomor ini lebih awal di PON 2024.
"Kami berharap dengan adanya nomor speed relay, perolehan medali akan lebih merata di berbagai provinsi dan tidak hanya diborong oleh satu atau dua daerah yang memiliki banyak atlet unggulan saja," tambah Yenny.
Yenny juga menekankan bahwa hasil dari kompetisi ini diharapkan dapat memacu pemerintah daerah dan federasi daerah untuk bisa lebih meningkatkan pembinaan atlet.
Karena menurutnya ini adalah kesempatan bagi semua provinsi untuk menunjukkan potensi atlet mereka dan memastikan bahwa tidak hanya beberapa daerah saja yang mendominasi.
Gelaran PON 2024 sejatinya tidak hanya menjadi ajang untuk berkompetisi, tetapi juga untuk menemukan dan mengembangkan atlet berbakat di tingkat nasional dan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








