Beredar Chat WA Terakhir Santri di Kediri Sebelum Tewas Dianiaya Senior, Sang Kakak Klarifikasi

AKURAT.CO Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya chat WA terakhir dari Santri di Kediri sebelum ia tewas dianiaya oleh empat seniornya. Ternyata, santri tersebut memohon kepada sang ibu untuk menjemputnya dari Ponpes Al Hanifiyah itu.
Ibu korban, Suyati (38) mengonfirmasi chat terakhir melalui WhatsApp dari anaknya. Ia mengungkapkan bahwa anaknya sempat ketakutan dan memohon untuk dijemput. Pesan tersebut dikirim oleh anaknya sejak Senin (19/2/2024) atau beberapa hari sebelum kematiannya.
Dalam chat WA terakhir tersebut, korban tidak menjelaskan alasan di balik ketakutannya, tetapi hanya meminta ibunya untuk segera menjemputnya dari pondok pesantren tersebut.
Baca Juga: Santrinya Tewas Dianiaya Senior, Ini Kata Ponpes Al Hanifiyah Kediri
"Sini jemput bintang. Cepat ma kesini. Aku takut ma, maa tolongg. Sini cepet jemput," kata sang mending Bintang melalui WA, dikutip Rabu (28/2/2024).
Ibu korban pun memberikan pesan motivasi kepada anaknya agar tetap bertahan di pesantren tersebut hingga bulan Ramadhan. Selain itu, sang ibu juga menjanjikan sepeda motor ketika anaknya sudah lulus sekolah.
Ia juga meminta agar sang anak banyak membaca Al-Quran dan melaporkan hal-hal yang kurang menyenangkan kepada kiai pondok pesantren tersebut.
"Sabar ya nak banyak baca Al-quran, kamu ini anak yang kuat. Kalau ada apa-apa lapor kepada kiai. Semangat belajar karena lulus satu tahun lagi motor menanti," ucap Suyanti.
Namun, sebelum janji tersebut bisa diwujudkan, sang anak ternyata telah pulang lebih dulu dalam keadaan tidak bernyawa.
Tentu saja, chat WA terakhir santri di Kediri tersebut menjadi viral langsung diserbu oleh berbagai komentar netizen. Mereka merasa kesal karena sang ibu tidak mengikuti permohonan dari anaknya, padahal sang anak sudah memohon kepada ibunya.
Setelah banyak komentar dari netizen terkait chat WA terakhir tersebut, Muhamad Ilham selaku kakak dari santri tersebut segera memberikan klarifikasi. Hal ini karena banyak netizen yang salah paham dalam chat tersebut.
"Assalamualaikum, saya sebagai kakak kandung korban ingin mengklarifikasi masalah chat adek saya yang minta jemput. Memang betul adek saya pernah ngomong ke ibu kalo almarhum minta dijemput, dan saya sebagai kakaknya sudah mau berangkat menjemput adek saya waktu itu," tutur sang kakak.
Namun, keinginan sang kakak untuk menjemput adiknya tidak terwujud karena sang adik menolak saat dihubungi melalui telepon.
"Adek saya tiba-tiba telfon, almarhum bilang kalau 'tidak usah dijemput, bintang udah betah disini'. Lalu mama saya mengabari pihak pondok agar alm bintang segera dipulangkan naik travel," lanjutnya.
Pihak ponpes pun mengaku bahwa akan mengabarinya ketika sepulang sekolah namun tidak ada kabar lebih lanjut dari pihak ponpes itu.
"Pihak pondok menjawab 'iya nanti sepulang sekolah', tapi ibu saya menunggu kabar dari pesantren tapi tidak ada kabar lagi dari pesantren," tuturnya.
Sang kakak juga menjelaskan bahwa sang ibu sedang mengasuh anak yang berusia 7 bulan sambil bekerja sebagai ART di Bali.
"Jadi saya klarifikasi disini, mohon maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman yang menyalahkan ibu saya tidak segera dijemput. Saya mewakili keluarga mohon maaf sebesar-besarnya," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









