Akurat Logo

Omzet UMKM di Jaringan SRC Tembus Rp12,9 Triliun pada 2026

Esha Tri Wahyuni | 27 Oktober 2026, 18:04 WIB
Omzet UMKM di Jaringan SRC Tembus Rp12,9 Triliun pada 2026
Ilustrasi Toko yang Berafiliasi dengan Sampoerna Retail Community - Dok. SRC Indonesia

AKURAT.CO Jaringan toko kelontong menjadi salah satu jalur pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui program Pojok Lokal yang dijalankan Sampoerna Retail Community (SRC), omzet produk UMKM yang dipasarkan melalui jaringan tersebut mencapai Rp12,9 triliun pada 2026.

Angka itu meningkat 128% dibandingkan 2023 berdasarkan riset Kompas Gramedia (KG) Media 2026.

Capaian tersebut menunjukkan potensi jaringan toko kelontong sebagai saluran distribusi produk lokal yang dekat dengan konsumen.

Baca Juga: BCA Perluas Akses Sertifikasi Halal Gratis, UMKM di Daerah Jadi Sasaran

Selain menyediakan kebutuhan sehari-hari, toko kelontong dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada masyarakat.

Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), Romulus Sutanto mengatakan, toko kelontong berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas ketika terhubung dengan pelaku UMKM dan komunitas di sekitarnya.

“Melalui Pojok Lokal, kami ingin mempertemukan potensi produk lokal dengan jaringan toko yang dekat dengan masyarakat, sehingga peluang pertumbuhan dapat dirasakan oleh pemilik toko maupun pelaku UMKM,” ujar Romulus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Program Pojok Lokal menyediakan ruang khusus bagi produk UMKM di jaringan toko SRC. Kehadiran produk lokal juga menambah variasi barang yang ditawarkan pemilik toko kepada pelanggan.

Baca Juga: BTN Gandeng Jakarta Fashion Week 2027, Bidik UMKM Fesyen

SRC menyatakan akan terus mengoptimalkan jaringan tokonya agar semakin banyak produk UMKM memperoleh kesempatan untuk dikenal dan dipasarkan kepada masyarakat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.