Impor Ilegal Hambat UMKM Naik Kelas

AKURAT.CO Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan tantangan utama UMKM untuk naik kelas bukan pembiayaan, melainkan maraknya produk impor ilegal yang membanjiri pasar domestik.
Dalam diskusi media forum wartawan UMKM (DM FWUMKM) di Jakarta, Jumat (27/2/2026), Maman menyebut praktik impor ilegal masuk melalui perusahaan kargo dan melibatkan oknum aparat.
"Ini biang onar, ini perusahaan kargo yang bermain dengan oknum, oknum di Bea Cukai," ujarnya.
Baca Juga: Menteri Maman: Ketimpangan Kredit UMKM Masih Lebar
Kementerian UMKM mencatat jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 65 juta unit dan menyerap lebih dari 117 juta tenaga kerja atau sekitar 97 persen total tenaga kerja nasional. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 60%.
Maman menilai, banjir produk impor ilegal termasuk produk tekstil sederhana menggerus daya saing pelaku usaha lokal yang seharusnya mampu memproduksi barang tersebut.
Usut punya usut, isu impor ilegal bukanlah hal baru. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir memperketat pengawasan barang masuk, terutama melalui pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Semarang, dan Surabaya.
Baca Juga: Menteri Maman: Plafon KUR Naik, Pasar Domestik Perlu Sterilisasi Produk Impor
Maman menyinggung adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengungkap transaksi harian antara perusahaan kargo dan oknum petugas.
Dirinya menduga praktik serupa tidak hanya melibatkan satu perusahaan.
Sebab dengan masuknya barang impor ilegal, berpotensi menekan harga pasar dan mengganggu keberlangsungan usaha UMKM, khususnya sektor tekstil dan produk konsumsi harian.
Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat memengaruhi penyerapan tenaga kerja dan kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional. Bagi konsumen, harga murah dari barang ilegal sering kali tidak diimbangi standar mutu dan kepatuhan pajak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









