Akurat Logo

8 Gunung di Indonesia Cocok untuk Pendaki Pemula, Jalur Relatif Mudah

Redaksi Akurat | 30 Oktober 2026, 20:28 WIB
8 Gunung di Indonesia Cocok untuk Pendaki Pemula, Jalur Relatif Mudah
8 Gunung di Indonesia Cocok untuk Pendaki Pemula, Jalur Relatif Mudah

AKURAT.CO Mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas wisata alam yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Selain menawarkan pemandangan alam yang indah, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana untuk melatih ketahanan fisik, menikmati udara segar, dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Namun, bagi seseorang yang baru pertama kali mencoba mendaki, memilih gunung yang tepat merupakan hal penting. Tidak semua gunung memiliki tingkat kesulitan yang sama. Ada gunung dengan jalur relatif pendek dan landai, tetapi ada pula yang membutuhkan stamina, pengalaman, serta keterampilan khusus.

Oleh karena itu, pendaki pemula disarankan untuk memulai perjalanan dari gunung yang memiliki jalur cukup jelas, waktu tempuh relatif singkat, dan fasilitas pendukung yang memadai.

Di Indonesia, terdapat sejumlah gunung yang bisa menjadi pilihan untuk pendakian pertama. Mulai dari Gunung Andong di Jawa Tengah hingga Gunung Batur di Bali, berikut rekomendasi gunung yang cocok untuk pendaki pemula.

Baca Juga: Balita Menangis di Tenda Gunung Prau, Ini Hak Anak yang Wajib Dipenuhi Orang Tuanya dalam Islam

1. Gunung Andong, Jawa Tengah

Gunung Andong merupakan salah satu destinasi pendakian yang cukup populer di kalangan pemula. Gunung ini terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan ketinggian sekitar 1.726 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Salah satu alasan Gunung Andong cocok untuk pendaki pemula adalah waktu pendakiannya yang relatif singkat. Melalui jalur Dusun Sawit, perjalanan menuju puncak dapat ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi fisik dan kecepatan berjalan.

Berdasarkan informasi Badan Otorita Borobudur, jalur pendakian Gunung Andong memiliki kombinasi jalan makadam, tangga, hutan pinus, dan jalur setapak yang mulai menanjak menjelang puncak.

Daya tarik utama gunung ini adalah pemandangan dari kawasan puncaknya. Pendaki dapat menikmati panorama sejumlah gunung di Jawa Tengah, seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Prau ketika cuaca cerah.

Selain mendaki, kawasan Gunung Andong juga sering dimanfaatkan sebagai lokasi berkemah. Dengan waktu perjalanan yang relatif singkat, gunung ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mencoba pengalaman mendaki sekaligus menikmati suasana alam.

2. Gunung Kuta, Jawa Barat

Gunung Kuta bisa menjadi alternatif bagi masyarakat Jabodetabek yang ingin mencoba aktivitas pendakian tanpa harus bepergian terlalu jauh.

Gunung ini berada di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ketinggiannya sekitar 1.050 mdpl sehingga relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah gunung populer lainnya.

Mengutip informasi Indonesia Travel, Gunung Kuta memiliki jalur trekking yang relatif mudah dan dapat ditempuh sekitar 1,5 jam menuju puncak. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menikmati pemandangan perkebunan, persawahan, serta perbukitan hijau.

Gunung Kuta juga memiliki kawasan Bukit Wanapa yang dapat digunakan untuk berkemah. Lokasi ini menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam lebih lama.

Selain itu, terdapat Curug Mariuk yang dapat menjadi destinasi tambahan setelah melakukan aktivitas trekking.

Meski memiliki ketinggian relatif rendah, pengunjung tetap perlu memperhatikan kondisi jalur, terutama ketika hujan karena permukaan tanah dapat menjadi licin. Pendaki yang belum berpengalaman juga dapat mempertimbangkan menggunakan jasa pemandu.

3. Gunung Papandayan, Jawa Barat

Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung di Jawa Barat yang cukup dikenal sebagai destinasi pendakian bagi pemula. Gunung ini terletak di Kabupaten Garut dan memiliki ketinggian sekitar 2.665 mdpl.

Meskipun memiliki ketinggian cukup tinggi, kawasan wisata pendakian Papandayan mempunyai jalur yang relatif bersahabat. Pendaki dapat menikmati sejumlah objek wisata alam tanpa harus langsung melakukan pendakian panjang menuju puncak.

Salah satu daya tariknya adalah kawasan kawah yang memperlihatkan aktivitas vulkanik berupa kepulan uap belerang dan bebatuan khas gunung api.

Selain itu, terdapat Hutan Mati yang memiliki pemandangan unik berupa pepohonan kering dengan latar belakang pegunungan. Kawasan ini menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan untuk menikmati panorama alam dan mengambil foto.

Papandayan juga memiliki Pondok Saladah yang dikenal sebagai area berkemah. Sementara itu, Tegal Alun menjadi salah satu kawasan yang terkenal dengan hamparan bunga edelweiss.

Bagi pendaki pemula, Papandayan dapat menjadi pilihan untuk mengenal aktivitas pendakian sekaligus menikmati wisata alam. Namun, pengunjung harus tetap mengikuti jalur yang diperbolehkan pengelola dan tidak sembarangan memasuki kawasan kawah maupun area konservasi.

4. Gunung Prau, Jawa Tengah

Gunung Prau merupakan salah satu destinasi pendakian populer yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.565 mdpl dan dikenal dengan panorama matahari terbitnya.

Salah satu jalur yang sering digunakan pendaki adalah jalur Patak Banteng. Melalui jalur ini, perjalanan menuju kawasan puncak dapat memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam, bergantung pada kondisi fisik dan situasi jalur.

Gunung Prau memiliki daya tarik berupa hamparan padang rumput dan pemandangan pegunungan di sekitarnya. Ketika cuaca cerah, pendaki dapat menikmati panorama sejumlah gunung, termasuk Sindoro dan Sumbing.

Bagi pemula, Gunung Prau dapat menjadi pilihan untuk mencoba pendakian dengan pengalaman berkemah di kawasan pegunungan.

Meski demikian, pendaki tidak boleh menganggap jalurnya sepenuhnya mudah. Beberapa bagian memiliki tanjakan yang cukup menguras tenaga. Suhu udara di kawasan puncak juga bisa sangat dingin, terutama pada malam dan dini hari.

Karena itu, pendaki perlu membawa pakaian hangat, perlengkapan tidur yang sesuai, serta persediaan air dan makanan yang cukup.

5. Gunung Batur, Bali

Gunung Batur merupakan destinasi pendakian populer yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.717 mdpl dan menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin mencoba pendakian gunung.

Daya tarik utama Gunung Batur adalah pemandangan matahari terbit dari kawasan puncaknya. Pendaki biasanya memulai perjalanan pada dini hari agar dapat mencapai puncak sebelum matahari muncul.

Berdasarkan informasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Gunung Batur termasuk dalam kategori Grade 1 hingga Grade 2 atau mudah hingga menengah.

Perjalanan menuju puncak umumnya membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung jalur dan kondisi pendaki. Sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati medan tanah berpasir dan batuan vulkanik.

Selain menikmati matahari terbit, pengunjung juga dapat melihat panorama Danau Batur dan kawasan pegunungan di sekitarnya.

Walaupun tergolong ramah bagi pemula, medan berpasir dapat membuat pendaki mudah terpeleset, terutama ketika turun. Oleh karena itu, penggunaan sepatu dengan daya cengkeram yang baik sangat dianjurkan.

Pendaki juga perlu memperhatikan suhu udara yang dingin sebelum matahari terbit serta mengikuti ketentuan pengelola dan arahan pemandu setempat.

6. Gunung Sibayak, Sumatra Utara

Bagi masyarakat yang tinggal di Sumatra Utara, Gunung Sibayak dapat menjadi salah satu pilihan untuk memulai aktivitas pendakian.

Gunung ini berada di Kabupaten Karo dan memiliki ketinggian sekitar 2.212 mdpl. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kawasan wisata Berastagi yang dikenal dengan udara sejuk dan pemandangan pegunungannya.

Salah satu daya tarik Gunung Sibayak adalah kawasan kawah vulkaniknya. Pendaki dapat melihat bentang alam khas gunung api serta menikmati panorama matahari terbit dari kawasan puncak.

Berdasarkan informasi Indonesia Travel, terdapat beberapa jalur pendakian yang dapat dipilih untuk mencapai puncak Gunung Sibayak. Jalur melalui Desa Semangat Gunung atau Desa Raja Berneh menjadi salah satu pilihan yang relatif ramah bagi pemula.

Sementara itu, jalur Desa Jaranguda juga cukup populer di kalangan wisatawan. Adapun Jalur 54 memiliki medan yang lebih menantang dibandingkan beberapa jalur lainnya.

Waktu pendakian dapat berkisar antara 1,5 hingga 2 jam melalui sejumlah jalur populer, tergantung titik awal dan kondisi perjalanan.

Meskipun relatif mudah dijangkau, pendaki harus tetap memperhatikan kondisi kawah dan potensi paparan gas vulkanik. Jangan mendekati area berbahaya atau mengabaikan peringatan petugas.

7. Gunung Panderman, Jawa Timur

Gunung Panderman merupakan salah satu destinasi pendakian yang berada di Kota Batu, Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.045 mdpl dan dikenal dengan panorama alamnya yang menarik.

Pendakian biasanya dimulai dari Basecamp Toyomerto, Desa Pesanggrahan. Berdasarkan informasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata, jarak jalur pendakian dari basecamp hingga puncak sekitar 3,5 kilometer.

Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak berkisar antara 2 hingga 4 jam, tergantung stamina dan kecepatan pendaki.

Dalam perjalanan, pendaki akan melewati beberapa titik, seperti Pos Latar Ombo dan Pos Watu Gede, sebelum mencapai Puncak Basundara.

Salah satu daya tarik Gunung Panderman adalah pemandangan Kota Batu dan pegunungan di sekitarnya. Pendaki juga dapat menikmati suasana hutan dan udara sejuk khas kawasan pegunungan.

Gunung ini dapat menjadi pilihan bagi pemula yang sudah memiliki persiapan fisik dasar dan ingin mencoba jalur dengan tanjakan lebih menantang.

8. Gunung Penanggungan, Jawa Timur

Gunung Penanggungan merupakan salah satu gunung yang memiliki perpaduan daya tarik alam dan sejarah. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur, dengan ketinggian sekitar 1.653 mdpl.

Gunung Penanggungan dikenal karena keberadaan sejumlah situs peninggalan sejarah Hindu-Buddha yang tersebar di kawasan lerengnya.

Salah satu jalur yang sering digunakan untuk mendaki adalah jalur Tamiajeng di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Perjalanan menuju puncak melalui jalur ini dapat membutuhkan waktu beberapa jam, bergantung pada kondisi fisik dan kecepatan pendaki. Meskipun tidak setinggi beberapa gunung populer lainnya, jalur Penanggungan memiliki tanjakan yang cukup menguras tenaga.

Keunikan Gunung Penanggungan terletak pada pemandangan alam sekaligus nilai sejarahnya. Pendaki dapat menemukan sejumlah situs purbakala yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah kawasan tersebut.

Bagi pemula yang ingin mencoba Gunung Penanggungan, sebaiknya melakukan persiapan fisik terlebih dahulu dan mempertimbangkan untuk mendaki bersama orang yang sudah berpengalaman.

Baca Juga: Doa Mendaki Gunung dalam Islam yang Diajarkan Rasulullah

Tips Mendaki Gunung untuk Pemula agar Tetap Aman

Meskipun memilih gunung dengan jalur relatif mudah, pendaki pemula tetap harus memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Mendaki gunung merupakan aktivitas luar ruang yang memiliki risiko, mulai dari perubahan cuaca hingga kondisi medan yang tidak terduga.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan sebelum memulai pendakian.

1. Melatih Kondisi Fisik

Sebelum mendaki, biasakan melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau naik turun tangga.

Latihan tersebut dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempersiapkan otot kaki untuk menghadapi jalur menanjak.

2. Memilih Gunung Sesuai Kemampuan

Jangan hanya memilih gunung berdasarkan popularitas atau ketinggiannya. Perhatikan juga jarak perjalanan, kemiringan jalur, kondisi medan, dan estimasi waktu pendakian.

Bagi yang baru pertama kali mendaki, pilih jalur yang relatif pendek dan memiliki pengelolaan pendakian yang jelas.

3. Membawa Perlengkapan yang Memadai

Beberapa perlengkapan penting yang sebaiknya dibawa antara lain sepatu dengan daya cengkeram baik, jaket, jas hujan, senter kepala, obat-obatan pribadi, makanan, dan air minum.

Jika berencana berkemah, pendaki juga perlu membawa tenda, alas tidur, serta perlengkapan yang dapat melindungi tubuh dari suhu dingin.

4. Memeriksa Cuaca dan Status Jalur

Sebelum berangkat, periksa prakiraan cuaca dan informasi terbaru mengenai kondisi gunung yang akan didaki.

Pendaki juga perlu memastikan jalur pendakian sedang dibuka dan tidak sedang mengalami penutupan akibat cuaca buruk, kebakaran hutan, aktivitas vulkanik, atau alasan keselamatan lainnya.

5. Mendaki Bersama Orang Berpengalaman

Pendaki pemula sebaiknya tidak melakukan perjalanan seorang diri. Mendaki bersama teman yang berpengalaman atau menggunakan pemandu resmi dapat membantu mengurangi risiko tersesat dan memudahkan pengambilan keputusan ketika menghadapi situasi darurat.

6. Tidak Memaksakan Diri

Jika merasa kelelahan, pusing, atau mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan, segera berhenti untuk beristirahat dan menilai kondisi tubuh.

Jangan memaksakan diri untuk mencapai puncak. Keselamatan harus menjadi prioritas dibandingkan keberhasilan mencapai tujuan pendakian.

Indonesia memiliki banyak pilihan gunung yang dapat menjadi destinasi pendakian bagi pemula. Beberapa di antaranya adalah Gunung Andong, Gunung Kuta, Gunung Papandayan, Gunung Prau, Gunung Batur, Gunung Sibayak, Gunung Panderman, dan Gunung Penanggungan.

Setiap gunung memiliki karakteristik jalur, waktu pendakian, serta daya tarik alam yang berbeda. Karena itu, pendaki perlu memilih destinasi berdasarkan kemampuan fisik dan pengalaman masing-masing.

Perlu diingat bahwa gunung dengan jalur relatif mudah bukan berarti tidak memiliki risiko. Persiapan fisik, perlengkapan yang sesuai, pemeriksaan cuaca, serta kepatuhan terhadap aturan pengelola tetap menjadi hal penting sebelum memulai pendakian.

Dengan persiapan yang matang, pendakian pertama dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membantu seseorang mengenal aktivitas wisata alam dengan lebih baik.

Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R