Akurat Logo

dr. Incognito Buka Suara Soal Pencurian Identitas oleh AI dan Penyalahgunaan untuk Produk Berbahaya

Yosi Winosa | 30 Oktober 2026, 21:09 WIB
dr. Incognito Buka Suara Soal Pencurian Identitas oleh AI dan Penyalahgunaan untuk Produk Berbahaya
dr. Incognito menjelaskan bahwa masalah kesehatan akibat karhutla jauh melampaui Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

AKURAT.CO Maraknya konten berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyerupai fisik tenaga kesehatan menjadi perhatian serius.

Dokter sekaligus skincare content creator, dr. Abelina Dini Fitria, Dipl. AAAM, MM, MARS yang dikenal dengan nama dr. Incognito, mengungkapkan keresahannya setelah wajah dan identitasnya dicuri untuk kepentingan komersial.

Menanggapi pertanyaan soal tanggapannya terhadap konten AI yang menyerupai dirinya, dr. Incognito mengaku sangat sedih. Ia menjelaskan ada beberapa tipe penyalahgunaan yang ditemuinya.

Baca Juga: Pengembang PSEL Denera Kian Didominasi Pemain Lokal

Ada yang menggunakan wajahnya namun dengan nama orang lain, dan yang lebih parah menggunakan nama serta gelar keprofesiannya secara utuh.

"Wajahku kan dicuri, ga ada izin ga ada apa tiba-tiba diambil paksa. Yang paling parah yang pakai namaku dan pakai gelarku juga, itu namanya mencuri identitas dan kredibilitasku. Paling sedihnya, pencurian tersebut dipakai untuk jualan bahan berbahaya," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kasus tersebut pelaku yang menjual dan mencuri tidak mengalami kerugian, sementara dirinya sebagai korban yang harus menanggung dampak reputasi.

Menurutnya, hal ini merupakan konsekuensi dari perkembangan zaman yang harus dihadapi.

Terkait tindakan yang tepat atas kejadian tersebut, dr. Incognito mengaku belum banyak yang bisa dilakukan. Ia sempat disarankan untuk melakukan verifikasi wajah, namun ia ragu karena platform media sosial seperti Instagram dan TikTok juga dioperasikan oleh AI.

"Bukannya kalau aku scan wajahku jadinya malah makin mudah buat orang nyuri mukaku lewat AI? Jadi sekarang aku mengandalkan kredibilitas, AI kan ga bisa ada lisensi, gelar dan sebagainya," jelasnya.

Strategi lain yang ia lakukan adalah memperkuat sisi kemanusiaan yang tidak dimiliki AI, seperti menunjukkan empati, ketidaksempurnaan, mengganti angle pengambilan gambar, dan menjadi tidak terprediksi atau unpredictable.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.