Akurat Logo

Tampil Lagi Bareng UNGU Setelah 19 Tahun, Andien Doakan Khusus Pasha Cs

Nuzulul Karamah | 31 Oktober 2026, 10:10 WIB
Tampil Lagi Bareng UNGU Setelah 19 Tahun, Andien Doakan Khusus Pasha Cs
Ungu Feat Andien di Konser Waktu Yang Dinanti: Final Chapter di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026). - Nuzulul Karamah

AKURAT.CO Panggung Tennis Indoor Senayan, Jakarta, menjadi saksi kejayaan grup musik papan atas Indonesia, UNGU, pada Jumat (30/10/2026).

Mengusung tajuk Waktu Yang Dinanti: Final Chapter, perayaan tiga dekade perjalanan musik band yang digawangi Pasha, Enda, Oncy, dan Makki ini berlangsung penuh kejutan dan nostalgia.

​Salah satu momen berkesan tercipta saat penyanyi jazz ternama, Andien, naik ke atas panggung sebagai kolaborator.

Bersama UNGU, Andien membawakan templat hits "Saat Bahagia," trek populer yang diambil dari album 1000 Kisah Satu Hati rilisan tahun 2010.

Baca Juga: Andien Aisyah Ungkap Luka Lama Kekerasan dalam Hubungan Usai Baca Memoar Aurelie Moeremans

​Kembalinya kebersamaan ini disambut antusias oleh sang vokalis, Pasha. Di hadapan ribuan penggemar, Pasha tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya dapat kembali bersanding dengan Andien setelah kurun waktu yang cukup lama.

​"Siapa yang kangen sama Andien? Alhamdulillah akhirnya Ungu bisa ngajak Andien berkolaborasi lagi setelah 19 tahun," tutur Pasha dari atas panggung.

​Andien pun membalas kehangatan tersebut dengan mengungkapkan rasa rindu serta apresiasinya atas konsistensi UNGU di industri musik Tanah Air. Menurutnya, energi para personel UNGU tak pernah padam sejak awal mereka berkarya.

​"Jujur kangen loh lihat Ungu tuh kayak gini," timpal Andien.

​"Menurutku Ungu dari 30 tahun yang lalu sampai hari ini spirit-nya enggak pernah berubah. Tetap muda terus," lanjutnya.

​Pelantun lagu-lagu hits tersebut juga menyampaikan pujian mendalam terkait keharmonisan internal UNGU.

Baca Juga: Ungu Resmi Gantikan Juicy Luicy di MotoGP Mandalika 2026, Ini Penjelasan Penyelenggara

Ia menilai band pelantun "Demi Waktu" ini memiliki nilai kekeluargaan yang amat kuat serta karakter personal yang tetap rendah hati.

​"Doanya buat Ungu yang jelas semoga selalu solid. Ungu tuh kalau menurut aku salah satu band yang kekeluargaan banget, mendahulukan keluarga itu benar-benar luar biasa sekali," ungkap Andien.

​"Kemudian untukku, Ungu itu adalah salah satu band yang paling membumi yang pernah aku lihat di Indonesia. Hits-nya ada banyak, siapa orang yang enggak tahu Ungu? Tapi semuanya, orang-orangnya low profile banget Pasha, ya ampun," tambahnya.

​Mengakhiri penampilannya, Andien menyematkan doa agar karya-karya legendaris milik UNGU dapat terus bergema sepanjang masa.

​"Doaku semoga Ungu lagu-lagunya selalu ada selama-lamanya. Melebihi usia kita semua. Jadi lagunya panjang umurnya," tutup Andien.

​Kemeriahan konser Waktu Yang Dinanti: Final Chapter tak berhenti di situ. Panggung semakin riuh dengan kehadiran sederet musisi papan atas lainnya.

Rossa hadir memukau penonton lewat lagu "Hati Yang Kau Sakiti" dan "Tercipta Untukku," sementara Lesti Kejora turut menyumbang suara emasnya dalam duet "Bismillah Cinta" dan "Udang Di Balik Batu."

​Nuansa hangat kekeluargaan makin terasa kala putra Pasha, Kiesha Alvaro, ikut unjuk kebolehan membawakan tembang "Laguku" dan "Jika Itu Memang Terbaik."

Kehadiran seluruh kolaborator ini sukses menyempurnakan malam selebrasi 30 tahun kiprah UNGU di kancah musik Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.