Akurat Logo

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027, Investasi Dunia Usaha Harus Naik 7 Persen

Esha Tri Wahyuni | 31 Oktober 2026, 10:52 WIB
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027, Investasi Dunia Usaha Harus Naik 7 Persen
Menkeu RI, Suahasil Nazara

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada 2027. Untuk mendukung target tersebut, investasi perlu tumbuh sebesar 7% dengan mengandalkan peningkatan peran dunia usaha dan sinergi bersama pemerintah serta Danantara.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, target pertumbuhan investasi tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, belanja pemerintah melalui APBN hanya berkontribusi sekitar 15% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sementara itu, konsumsi masyarakat, investasi dunia usaha, dan ekspor menjadi komponen penting lainnya dalam menggerakkan perekonomian nasional. Karena itu, keterlibatan sektor swasta dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, IBC Soroti Isu Lapangan Kerja Berkualitas

"Karena itu, investasi memang harus tumbuh 7 persen tahun depan. Bapak dan Ibu para anggota KADIN memegang peranan penting untuk menumbuhkan investasi ini, karena investasi itu yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu sekalian," ujar Suahasil dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).

Suahasil menjelaskan, pemerintah tetap memiliki peran dalam menciptakan fondasi pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal. APBN digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, memberikan perlindungan sosial, serta membangun kepercayaan terhadap perekonomian.

Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, penguatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan sosial, hingga pemberian insentif fiskal bagi dunia usaha.

Namun, pemerintah juga membutuhkan kontribusi investasi di luar belanja negara. Dalam hal ini, Danantara diharapkan dapat menjadi katalis untuk memobilisasi modal strategis sekaligus membuka ruang keterlibatan sektor swasta dalam berbagai proyek investasi.

Menurut Suahasil, kebijakan fiskal melalui APBN dan kebijakan investasi negara melalui Danantara merupakan dua instrumen yang saling melengkapi.

APBN berperan membangun fondasi dan menjaga stabilitas ekonomi, sedangkan Danantara bersama dunia usaha diharapkan mampu menerjemahkan peluang tersebut menjadi kegiatan investasi yang produktif.

Selain mendorong investasi skala besar, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor ini memiliki posisi strategis karena mencakup sekitar 99% dari total unit usaha di Indonesia, berkontribusi sekitar 60% terhadap PDB, serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.