Laba Agung Podomoro Melonjak 2.006 Persen, Penjualan Deli Park Jadi Penopang

AKURAT.CO PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) membukukan laba komprehensif sebesar Rp594,2 miliar hingga September 2026.
Angka tersebut melonjak sekitar 2.006% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp28,2 miliar. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh penjualan aset properti, termasuk Deli Park Medan pada kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, Kamis (29/10/2026), total penjualan dan pendapatan usaha APLN mencapai Rp4,4 triliun hingga September 2026. Realisasi tersebut meningkat 66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun.
Baca Juga: Agung Podomoro Bangun Pasar Modern di Kota Podomoro Tenjo
Corporate Secretary APLN, Justini Omas mengatakan, peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan portofolio aset. Salah satunya melalui penjualan aset properti yang telah matang dengan harga premium.
"Penjualan Deli Park Medan merupakan bagian dari strategi kami untuk mengoptimalkan nilai aset dan menjaga keseimbangan portofolio bisnis," ujar Justini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Dari total penjualan dan pendapatan usaha tersebut, sekitar Rp3,5 triliun berasal dari penjualan aset properti. Nilai ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,7 triliun.
Sementara itu, pendapatan berulang atau recurring revenue APLN tercatat sebesar Rp894,1 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp988,8 miliar.
Penurunan pendapatan berulang tersebut dipengaruhi oleh penjualan Deli Park Medan yang mengubah komposisi portofolio aset perusahaan. Dengan demikian, peningkatan pendapatan APLN hingga September 2026 lebih banyak ditopang oleh transaksi penjualan aset properti.
Justini menyebut perusahaan tetap melakukan evaluasi terhadap peluang bisnis dan pengembangan proyek baru untuk menjaga keberlanjutan usaha.
"Kami terus mengevaluasi peluang bisnis secara selektif, dengan mempertimbangkan potensi permintaan dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, portofolio Perseroan dapat memberikan kontribusi optimal sekaligus menjaga daya saing bisnis," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









