Akurat Logo

Harga Minyak Dunia Turun, Brent Masih Tembus USD115 per Barel

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 26 Oktober 2026, 15:53 WIB
Harga Minyak Dunia Turun, Brent Masih Tembus USD115 per Barel
Ilustrasi Harga Minyak Dunia

AKURAT.CO Harga minyak dunia terkoreksi pada perdagangan Senin setelah sempat melonjak mendekati level tertinggi dalam enam bulan pada akhir pekan lalu.

Meski demikian, serangan berkelanjutan terhadap Arab Saudi masih memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Dikutip dari Reuters, Senin (26/10/2026), harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) turun USD1,60 atau 1,55% menjadi USD101,67 per barel.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.130, Harga Minyak Masih Jadi Sorotan

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent melemah USD1,56 atau 1,34% menjadi USD115,16 per barel.

Koreksi tersebut terjadi setelah harga minyak pada Jumat ditutup menguat hampir USD3 per barel.

Kenaikan dipicu serangan kelompok Houthi di Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi. Sepanjang pekan lalu, harga minyak Brent tercatat naik 6%, sedangkan WTI menguat 2,3%.

Tekanan terhadap pasokan masih membayangi pasar setelah serangan berlanjut selama akhir pekan. Kelompok Houthi pada Sabtu menyatakan telah menyerang bandara dan fasilitas minyak di Arab Saudi.

Sehari kemudian, pemerintah Arab Saudi mengumumkan telah mencegat sejumlah rudal dan pesawat nirawak (drone) tambahan.

Arab Saudi, sebagai salah satu negara pengekspor minyak terbesar dunia, juga kembali mengoperasikan sebagian fasilitas di bandara utamanya pada Minggu setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan Houthi.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah, Pasar Cermati Harga Minyak Dunia

Namun, kelompok tersebut menyatakan akan terus menargetkan fasilitas energi milik Arab Saudi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.