Akurat Logo

LPDB Kucurkan Rp750 Juta, KDMP Tamanmartani Kembangkan 6 Usaha

Andi Syafriadi | 14 Oktober 2026, 21:25 WIB
LPDB Kucurkan Rp750 Juta, KDMP Tamanmartani Kembangkan 6 Usaha
Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Mawardi - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Koperasi Desa Kalurahan Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan sejumlah unit usaha dengan dukungan pembiayaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi sebesar Rp750 juta.

Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, mengatakan dana tersebut diterima pada Desember 2025 dari total pengajuan pembiayaan sebesar Rp1,5 miliar. Modal itu digunakan untuk mendukung kegiatan usaha koperasi, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok hingga layanan kesehatan dan sarana produksi pertanian.

"Modal KKMP kami berasal dari LPDB Rp750 juta, Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) berupa penyertaan modal dan juga dari iuran wajib-pokok dari anggota," kata Mawardi saat ditemui dalam kunjungan media ke KDMP Tamanmartani, Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Status Manajer Kopdes

Menurut Mawardi, dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting ketika koperasi mulai menjalankan kegiatan usaha. Pengurus tidak membangun gedung baru, tetapi memanfaatkan bangunan lama yang merupakan aset milik kalurahan untuk menjalankan operasional.

"Ketika kami berdiri tidak langsung eksis maka kami mendapat dukungan berupa bantuan keuangan. Memang kami tidak membangun fisik koperasi namun kami memanfaatkan bangunan lama yang menjadi aset milik kelurahan," ujarnya.

Saat ini, KDMP Tamanmartani menjalankan enam unit usaha, yakni gerai sembako, gerai sarana produksi pertanian, budidaya ikan nila dengan sistem bioflok, klinik, pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta agen BNI 46.

Baca Juga: Bukan Kejar Kecepatan, Penempatan Manajer Kopdes dan KNMP Utamakan Kepastian Kerja

Pengurus koperasi juga membidik peluang memperluas usaha sebagai pemasok tetap kebutuhan pangan SPPG. Mawardi berharap koperasi dapat memasok sedikitnya 35 persen dari kebutuhan SPPG yang menjadi mitra, meskipun target tersebut belum sepenuhnya tercapai.

"Kita juga menjadi suplier SPPG walaupun belum full, harapannya kalau KKMP bisa menjadi suplier tetap minimal suplai 35 persen saja kebutuhan SPPG maka kami yakin koperasi ini bisa semakin eksis," tutur Mawardi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.