Cisem Tahap 2 Resmi Gas In, Infrastruktur Gas 245 Km Siap Beroperasi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan Pengaliran Gas Bumi (Gas-in) Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebong-Semarang (Cisem) Tahap 2 atau jaringan Batang-Cirebon-Kandang Haur, Rabu (18/3/2026).
Persemian Gas In Cisem Tahap 2 ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung yang didampingi oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman.
“Tadi Pak Dirjen sudah menyampaikan sudah dilakukan proses uji coba pada setiap ruas titik yang ada, dan alhamdulillah itu relatif aman, tidak ada kebocoran. Jadi sehingga pada hari ini kita bisa melakukan ceremony gas in untuk ruas Cisem 2,” kata Yuliot di Onshore Receiving Facility (ORF) ESDM Kawasan Industri Terpadu Batang, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga: BPH Migas Pastikan Kesiapan Operasional Pipa Gas Bumi Cisem 2
Adapun, per 5 Maret 2026, proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) Cisem Tahap 2 telah mencapai progres konstruksi 100%.
Pada tanggal yang sama, telah dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) 1, sehingga pipa Cisem Tahap 2 kini berstatus ready for gas-in.
Proyek sepanjang sekitar 245 kilometer ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun langsung oleh pemerintah melalui pembiayaan multi years Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total investasi mencapai Rp2,7 triliun.
“Tadi juga sudah dijelaskan untuk ruas transmisi yang untuk Cisem-2 ini adalah 245 km. Ini dari total Cisem-1, Cisem-2 itu sekitar 305 km. Ini tentu ini merupakan ruas yang cukup panjang yang kita bangun,” ujar Yuliot.
Perlu diketahui, pembangunan proyek berlangsung selama 19 bulan, sejak 6 Agustus 2024 hingga 5 Maret 2026, dengan capaian kumulatif jam kerja aman mencapai 4,65 juta jam.
Adapun lingkup pekerjaan proyek meliputi pembangunan pipa gas berdiameter 20 inci sepanjang ±242 km, pengadaan gas compressor package di Stasiun ESDM Semarang, pig launcher di Stasiun ESDM Batang, fasilitas gas metering dan pig receiver di Stasiun Gas Kandang Haur Timur, serta pembangunan 16 unit line break control valve (LBCV).
Selain itu, proyek ini juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada masa puncak konstruksi periode Juni–Juli 2025, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 1.981 orang.
Sementara itu, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari proyek ini mencapai 60,58 persen berdasarkan hasil self-assessment.
Jadi sehingga infrastruktur yang kita bangun ini bisa dimanfaatkan secara optimal dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi baik yang ada di kawasan maupun ekonomi yang ada di masyarakat. Dampaknya adalah untuk bagi masyarakat itu ada pencipta lapangan kerja,” pungkas Yuliot.
Sementara itu, untuk sumber pasokan gas untuk pengaliran pada Pipa Cisem Tahap 2 berasal dari Lapangan Jambangan Tiung Biru (JTB).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








