Ekonomi Masih Ngebut! BKF Bangga PMI Manufaktur Indonesia Meroket

AKURAT.CO Kabar menggembirakan datang dari sektor industri dalam negeri. Indeks Purchasing Manager Index (PMI) kembali menunjukkan tren positif dengan capaian 53,6 pada Februari 2025 yang naik signifikan dibanding Januari yang berada di angka 51,9.
Dimana angka tersebut menjadi level tertinggi dalam 11 bulan terakhir dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan PMI Manufaktur tertinggi kedua di dunia setelah India.
Tentunya lonjakan tersebut ditopang oleh pesanan baru yang meningkat pesat, aktivitas produksi yang membaik, serta pembelian bahan baku yang lebih agresif.
Sehingga kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor manufaktur Indonesia mampu bertahan, bahkan tumbuh, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih menghantui.
Baca Juga: Hiraukan Tekanan Tarif AS, Aktivitas Manufaktur China Kembali Tumbuh
Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan optimisme atas capaian positif manufaktur Indonesia.
“Meskipun situasi global penuh tantangan, pencapaian ini memberikan harapan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah akan terus memperkuat kebijakan untuk menjaga performa sektor manufaktur demi pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Lebih lanjut Febrio memaparkan, perbaikan PMI juga dialami oleh sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia. Amerika Serikat mencatatkan PMI 51,6, China 50,8, dan India 57,1. Meski begitu, sebagian besar negara masih berkutat di zona kontraksi, menandakan pemulihan ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
"Indonesia berhasil mempertahankan ekspansi manufaktur di tengah ketidakpastian tersebut, menjadi sinyal bahwa kebijakan fiskal dan stimulus yang diterapkan pemerintah berjalan efektif. Hal ini semakin penting mengingat sektor manufaktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, penyerap tenaga kerja, dan motor ekspor," ucapnya.
Dengan capaian positif ini, tambahnya, diharapkan kepercayaan pelaku industri semakin meningkat, investasi terus mengalir, dan kontribusi manufaktur terhadap PDB semakin membesar.
"Selain itu, momentum positif ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, terutama dalam menghadapi tantangan global yang diperkirakan masih berlanjut sepanjang tahun 2025," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








