Real Count Pileg Sementara, Chong Sung Kim Jadi Salah Satu Caleg yang Dominasi Dapil Jakarta II

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga saat ini masih terus menghitung real count Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.
Salah satunya di Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II, sejumlah nama tenar mendominasi wilayah tersebut.
Nama-nama tersebut seperti Masinton Pasaribu, caleg keturunan Korea Selatan Chong Sung Kim, dan artis papan atas asal PAN, Uya Kuya.
Berdasarkan pantauan Akurat.co dari situs pemilu2024.kpu.go.id, pukul 17.00, Kamis (15/2/2024), data yang masuk sudah berada di angka 3,27 persen.
Baca Juga: Cara Mengajar Asyik dengan Media Pembelajaran Interaktif
PKS mendominasi perolehan suara di dapil II DKI di angka 14.351 total suara. Hidayat Nur Wahid menjadi caleg dengan perolehan suara di angka 6.652.
Hingga siang tadi, di Dapil II DKI, PDIP mendapatkan perolehan suara total sebesar 12.174. Di dapil ini caleg PDIP bernama Nurul Agustina unggul dengan perolehan suara di angka 2.499, disusul Masinton Pasaribu di angka 2.323.
Sementara Partai Golkar, terdapat 6.906 total suara yang diperoleh hingga siang tadi. Abraham Sridjaja memimpin dengan perolehan suara di angka 2.826. Sementara di peringkat dua ditempati caleg Chong Sung Kim dengan suara 2.321.
Baca Juga: Fungsi Fitur Baru Memori Digital di ChatGPT, Apakah Bisa Merekam Percakapan Sebelumnya?
Nama tenar lainnya yang mendominasi terlihat dari PAN. Partai tersebut mendapatkan perolehan total suara 5.928 hingga siang ini. Sementara caleg PAN di dapil II DKI yang mendapatkan suara tertinggi ialah Uya Kuya dengan 3.790 suara.
Tanggapan Ketum Golkar Airlangga Hartarto
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto ikut berkomentar soal calon legislatif (caleg) partainya yang berasal dari Korea Selatan Chong Sung Kim dalam Pemilu 2024.
Menurut Airlangga, Partai Golkar selalu terbuka dan memberikan kesempatan yang sama untuk siapa pun yang berprestasi.
Selain itu, menurutnya dengan adanya caleg partainya yang berasal dari luar negeri ini membuktikan Indonesia menjadi negara yang terbuka.
“Biasanya orang melihat bahwa negara terbuka itu Amerika Serikat di mana banyak imigran dan mereka surprise imigran ke Indonesia pun memiliki kesempatan yang sama dan diberikan kesempatan,” kata Airlangga.
Dia bahkan menyebut ini juga tidak tak hanya menjadi sorotan di Indonesia saja. Namun juga media luar negeri seperti New York Times, Reuters, hingga Bloomberg.
Diketahui, Chong Sung Kim memang berasal dari Korea Selatan. Namun dia sudah menjadi warga negara Indonesia (WNI) selama 10 tahun.
Baca Juga: Ganjar Singgung Kecurangan Pemilu 2024, Netizen: Gak Terima Kalah Kok Ngamuk!
Selama di Indonesia, dia aktif bekerja sebagai seorang advokat dan mendirikan Indaoyang and Partners Law Firm.
Selain itu, dia terpilih menjadi Ketua Umum Gerakan Advokasi dan Hukum Kosgoro 1957 dalam Musyawarah Besar organisasi tersebut, pada April 2022.
Adapun saat ini, Chong Sung Kim maju sebagai caleg DPR RI pada Pemilu 2024 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








