Demokrat Dan PKS Dijegal Monster Politik Bermuka Dua
Citra Puspitaningrum | 3 September 2023, 13:18 WIB

AKURAT.CO Gaung perubahan dengan Anies Baswedan sebagai ikonnya dipastikan lenyap. Sebab, masuknya PKB ke dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) tidak akan memberikan harapan bagi kelompok yang gandrung perubahan.
Demokrat yang sempat lantang menyuarakan perubahan pun terpaksa hengkang dari KPP karena Anies Baswedan kepatil sosok Cak Imin, lantas menjadikan Ketum PKB itu sebagai cawapres. Sementara PKS meski memberikan dukungan penuh terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, belum sepakat dengan pilihan Anies Baswedan dan Ketum NasDem Surya Paloh.
Pengamat politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menyebut, pemilihan Cak Imin sebagai pendamping Anies Baswedan telah mengubur harapan kelompok yang gandrung dengan perubahan. Karena sejatinya NasDem dan PKB masih merupakan bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Karena itu, bagi pihak yang pro perubahan, Pilpres mendatang sudah kehilangan harapan. Mimpi Indonesia akan berubah hanya tinggal harapan," ujar Jamiluddin kepada Akurat.co, Minggu (3/9/2023).
Menurut Jamiluddin, Surya Paloh sebagai konseptor di tubuh Koalisi tidak sepenuhnya menginginkan perubahan. Itu terlihat dari manuver politik NasDem yang tiba-tiba menjalin kontrak dengan PKB sembari menyodorkan Cak Imin sebagai Cawapres Anies Baswedan.
"Jadi, Pilpres 2024 menjadi kemenangan mutlak bagi pihak-pihak yang mendambakan status quo. Gairah itu ada pada mereka, tapi sebaliknya apatisme pada pendukung perubahan," kata Jamiluddin.
Jamiluddin menilai, gaung perubahan yang dititipkan kepada Demokrat dan PKS harus sirna ditelan keganasan kepentingan politik. Maka sudah dipastikan misi perubahan yang diharapkan masyarakat sudah kandas.
"Demokrat dan PKS yang diharapkan dapat menggaungkan hal itu sudah dijegal oleh monster politik bermuka dua," ungkapnya.
Lebih lanjut, mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menuturkan, koalisi Nasdem dan PKB dipastikan mengikuti PDIP dan Koalisi Maju untuk melanjutkan Program Jokowi. Artinya, semua pasangan Capres-Cawapres yang bertarung di Pilpres 2024 dapat dikatakan "Orang-orang Jokowi" dan mereka ibarat koor akan secara bersama menyanyikan lanjutkan program Jokowi.
"Duet Anies dan Cak Imin mengindikasikan kemenangan Jokowi. Istana tidak perlu pusing lagi tentang sepak terjang Anies yang dengan mudah dijinakkan," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian









