Akurat Logo

Darije Kalezic Syukuri Hasil Imbang PSM Makassar di Markas Bhayangkara FC

Zainal Hasan | 27 Oktober 2026, 17:37 WIB
Darije Kalezic Syukuri Hasil Imbang PSM Makassar di Markas Bhayangkara FC
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, dalam sesi konferensi pers usai laga timnya kontra Bhayangkara FC di Bandar Lampung, Senin (26/10/2026). X/PSM Makassar

AKURAT.CO, Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, memilih menerima hasil imbang tanpa gol saat timnya menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ketujuh Super League 2026-2027. Menurutnya, tambahan satu poin dari lawatan ke Lampung patut disyukuri.

PSM bermain imbang 0-0 melawan Bhayangkara FC dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung pada Senin (26/10/2026).

Tuan rumah Bhayangkara lebih dominan dengan mencatatkan delapan tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang, tetapi gagal membobol pertahanan tim berjuluk Juku Eja tersebut.

Darije Kalezic menilai pertandingan berjalan sulit karena Bhayangkara memiliki kualitas individu yang baik dan kekuatan kolektif sebagai sebuah tim. Karena itu, ia meminta para pemainnya menjaga kedisiplinan, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan.

Baca Juga: PSM Hentikan Tren Tak Terkalahan Persebaya, Ini Kuncinya Menurut Darije Kalezic

"Ini adalah pertandingan yang sulit dan keras. Kami menghadapi tim yang bukan hanya memiliki kualitas individu yang bagus, tetapi juga sangat kuat sebagai sebuah kesatuan tim," kata Kalezic.

"Sangat penting bagi kami untuk bermain disiplin, tidak memberikan ruang gerak, dan mencegah mereka menciptakan peluang. Saya rasa kami sukses melakukan hal tersebut."

Pelatih asal Bosnia tersebut juga tidak mempermasalahkan pendekatan defensif yang diterapkan PSM sepanjang pertandingan. Ia menegaskan bahwa strategi tersebut memang disiapkan untuk meredam ancaman Bhayangkara sekaligus menghindari kekalahan.

Kalezic menilai lini depan Bhayangkara cukup berbahaya ketika para penyerangnya mendapatkan ruang untuk berhadapan satu lawan satu dengan pemain bertahan. Oleh sebab itu, PSM memilih menjaga jarak antarpemain tetap rapat dan membatasi ruang gerak tuan rumah.

"Bhayangkara sangat berbahaya jika penyerang mereka berada dalam situasi satu lawan satu. Rencana kami adalah bermain kompak, membiarkan mereka naik menyerang, dan mengeksploitasi ruang kosong di belakang garis pertahanan mereka," tutur Kalezic.

Menurutnya, strategi tersebut berjalan sesuai rencana. PSM mampu menjaga gawangnya tetap bersih meski berada di bawah tekanan tuan rumah dalam pertandingan yang berakhir tanpa gol.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.