Akurat Logo

Anker Protes Eskalator Stasiun Bojonggede Rusak Hampir Setahun: Bukan Pajangan Doang!

Lufaefi | 27 Oktober 2026, 17:40 WIB
Anker Protes Eskalator Stasiun Bojonggede Rusak Hampir Setahun: Bukan Pajangan Doang!
Anak Kereta (Anker) Kerusakan Eskalator Stasiun Bojonggede Bogor dengan Karangan Bunga - Akurat.co

AKURAT.CO Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, memprotes kerusakan eskalator di skybridge yang menjadi akses penghubung menuju terminal. Salah satu eskalator disebut telah rusak hampir setahun, sementara eskalator lainnya tidak berfungsi dalam beberapa pekan terakhir.

Protes dilakukan dengan cara yang tak biasa. Sejumlah pengguna menempatkan karangan bunga di sekitar eskalator yang diblokade sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi fasilitas yang tak kunjung diperbaiki.

Salah satu karangan bunga bahkan bertuliskan, “Eskalator bukan hiasan doang.” Pesan lain yang dipasang pengguna antara lain, “Perbaiki Sekarang, Jangan Tunggu Viral” dan sindiran “Naik Turun Bukan Workout Harian.”

Aksi tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah kondisi skybridge dan karangan bunga protes beredar di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan terjadi pada dua eskalator yang berada di skybridge penghubung Stasiun Bojonggede dengan area terminal. Pengguna mengeluhkan akses tersebut karena harus menggunakan tangga untuk berpindah dari dan menuju area stasiun.

Salah seorang pengguna KRL, Fika, mengatakan eskalator di sisi kanan telah mengalami kerusakan hampir satu tahun. Sementara eskalator di sisi kiri disebut baru mengalami kerusakan sekitar satu bulan terakhir.

Baca Juga: Penumpang Tak Sengaja Tekan Tombol SOS KRL, Apa Fungsinya dan Kapan Harus Digunakan?

“Untuk eskalatornya kan ada dua, yang sebelah kanan itu sudah mati hampir setahun, nah yang sebelah kiri sudah hampir sebulan ini mati,” ujar Fika, dikutip dari keterangan tertulis, belum lama.

Keluhan warga tidak hanya menyangkut eskalator. Sejumlah fasilitas lain di skybridge juga disebut mengalami masalah, mulai dari lampu penerangan hingga toilet.

Fika mengatakan sebagian lampu di sepanjang skybridge tidak menyala. Toilet juga disebut kerap tidak dapat digunakan. Selain itu, sejumlah bagian tangga menuju skybridge dilaporkan mengalami kerusakan sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna.

“Selain itu kami mengeluhkan juga fasilitas skybridge lainnya yang rusak, seperti lampu penerangan sepanjang skybridge banyak yang mati, toilet yang sering tidak bisa digunakan serta tangga masuk skybridge yang sudah banyak yang hancur dan itu membahayakan pengguna,” katanya.

Warga Pilih Kirim Karangan Bunga

Protes melalui karangan bunga dilakukan setelah sejumlah pengguna merasa keluhan terkait fasilitas skybridge belum memperoleh respons yang dianggap memadai.

Fika mengatakan pemasangan karangan bunga merupakan inisiatif para pengguna yang tergabung dalam komunitas #WargaBersuara.

“Bunga-bunga itu disampaikan atas inisiatif pengguna skybridge Bojonggede yang sudah resah sekali karena bersuara sendiri sama sekali tidak ada feedback dari petugas terkait,” ujarnya.

Setelah persoalan tersebut ramai di media sosial, sejumlah warga lainnya ikut menyampaikan protes dengan mengirimkan karangan bunga ke area eskalator.

“Setelah cukup viral sepertinya banyak warga lainnya yang juga ikut bersuara melalui kiriman bunga-bunga tersebut di area sekitar eskalator skybridge,” kata Fika.

Aksi protes itu masih berlanjut. Pengguna berencana kembali mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk desakan agar fasilitas tersebut segera diperbaiki.

KAI Commuter: Kewenangan Pemkab Bogor

Menanggapi keluhan tersebut, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pengelolaan eskalator pada skybridge yang menghubungkan stasiun dengan arah terminal berada di bawah Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurut Karina, KAI Commuter telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Bogor terkait kebutuhan perbaikan eskalator tersebut.

“Dapat kami sampaikan bahwa pengelolaan atas eskalator pada skybridge penghubung ke arah terminal adalah oleh Pemkab Bogor,” kata Karina.

Ia mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan Pemkab Bogor agar perbaikan terhadap eskalator dapat segera dilakukan.

Baca Juga: KAI Desak INKA Tuntaskan Masalah Teknis KRL, Ini Kata Bobby

Keterangan tersebut menempatkan persoalan pengelolaan fasilitas skybridge sebagai bagian yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Di lokasi, terdapat pula papan pengumuman dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor yang menyatakan eskalator skybridge sementara tidak dapat digunakan karena adanya kendala teknis. Dalam pengumuman tersebut, pengguna diminta memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta disebutkan bahwa langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi