Akurat Logo

TNI AD Siapkan 28.000 Kuota Prajurit untuk 2027, Lulusan SMP hingga SMA Bisa Mendaftar!

Dani Zahra | 2 November 2026, 12:47 WIB
TNI AD Siapkan 28.000 Kuota Prajurit untuk 2027, Lulusan SMP hingga SMA Bisa Mendaftar!
Rekrutmen TNI AD. - ANTARA FOTO/Fauzan/nym.

AKURAT.CO Kesempatan untuk menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali terbuka.

Pada penerimaan Prajurit Karier (PK) Gelombang 1 Tahun Anggaran 2027, TNI AD menyiapkan kuota sekitar 28.000 orang untuk mengisi kebutuhan prajurit melalui jalur Bintara dan Tamtama.

Baca Juga: Rekrutmen TNI AD 2027 Sudah Dibuka! Kuota 28 Ribu Orang, Cek Jadwalnya

Rekrutmen ini dapat menjadi peluang bagi generasi muda yang ingin berkarier di lingkungan militer sekaligus mengabdikan diri kepada negara.

Menariknya, kedua jalur penerimaan tersebut memiliki ketentuan pendidikan yang berbeda sehingga calon peserta bisa menyesuaikan dengan kualifikasi masing-masing.

Untuk jalur Bintara, pendaftar harus memiliki ijazah minimal SMA/SMK atau sederajat. Sementara itu, jalur Tamtama terbuka bagi calon peserta dengan pendidikan minimal SMP sederajat.

Meski demikian, seluruh pendaftar tetap wajib memenuhi persyaratan usia, kesehatan, dan ketentuan fisik yang telah ditetapkan.

Batas usia calon prajurit adalah minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 26 tahun ketika pendidikan pertama dibuka. Persyaratan tinggi badan juga dibedakan berdasarkan jalur, yaitu sekurang-kurangnya 163 cm untuk Bintara dan 158 cm untuk Tamtama.

Pendaftaran Gelombang 1 sudah dimulai sejak 1 Oktober 2026 melalui laman resmi rekrutmen TNI AD.

Calon Bintara dapat melakukan pendaftaran online sampai 10 Januari 2027, sedangkan pendaftaran Tamtama ditutup lebih awal, yakni pada 7 Januari 2027.

Setelah mendaftar secara daring, peserta harus mengikuti validasi dokumen di satuan kewilayahan yang telah ditentukan. Lokasi validasi tersedia melalui Kodam, Korem, Kodim, maupun Ajenrem terdekat.

Peserta juga perlu memastikan seluruh berkas sesuai dengan ketentuan agar tidak terkendala pada tahap administrasi.

TNI AD menegaskan bahwa penerimaan prajurit tidak menggunakan sistem pembayaran.

Baca Juga: Jamin Objektif dan Transparan, TNI AD Proses Hukum Tersangka Kasus Meninggalnya Letda Infanteri Jihad

Seluruh tahapan seleksi diberikan secara gratis dan dilakukan dengan prinsip transparan, objektif, serta profesional. Masyarakat pun diminta waspada terhadap pihak yang mengaku dapat menjamin kelulusan dengan meminta imbalan.

Kuota besar yang disiapkan dalam rekrutmen kali ini membuat kesempatan terbuka bagi lebih banyak calon prajurit dari berbagai daerah.

Namun, peserta tetap harus mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari kelengkapan administrasi hingga kondisi fisik, karena kelulusan ditentukan berdasarkan hasil seleksi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra