Akurat Logo

Hylo Terbuka: Sabet Gelar Super 500 Pertama, Tiwi/Fadia Taklukkan Trauma setelah Jonatan Jadi Runner-up

Dian Eko Prasetio | 2 November 2026, 13:31 WIB
Hylo Terbuka: Sabet Gelar Super 500 Pertama, Tiwi/Fadia Taklukkan Trauma setelah Jonatan Jadi Runner-up
Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti aka Tiwi/Fadia, berfoto bersama pelatihnya, Karel Mainaky, usai memenangi Hylo Terbuka 2026 di Saarbrucken, Jerman, Minggu (1/11/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Sektor ganda putri bulutangkis Indonesia menutup tur Eropa dengan manis. Pasangan unggulan kelima, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Tiwi/Fadia), sukses mengamankan mahkota juara pada ajang BWF World Tour Super 500 Hylo Terbuka 2026.

Berlaga di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman, Minggu (1/11/2026) waktu setempat, Tiwi/Fadia tampil solid di partai puncak Hylo Terbuka.

Tiwi/Fadia membungkam duet ganda putri unggulan pertama asal Chinese Taipei, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-19 di Hylo Terbuka kali ini.

Usai laga, Tiwi tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya setelah berhasil naik kelas (upgrade) menyabet gelar juara perdananya di level Super 500 bersama Fadia.

Baca Juga: Hylo Terbuka: Makin Solid, Fadia/Tiwi Tembus Perempat Final Usai Bungkam Pasangan Inggris!

"Perasaannya sangat senang dan bersyukur bisa upgrade gelar sama Fadia. Permainan tadi cukup ketat, dari awal sampai game point, tapi kami mencoba untuk tetap tenang, fokus, dan tidak terburu-buru," kata Tiwi.

Tiwi juga membeberkan bahwa instruksi krusial dari sang pelatih ganda putri, Karel Mainaky, menjadi pelecut semangat mereka di atas lapangan.

"Coach Karel banyak mengingatkan untuk lebih berani, saling menutup satu sama lain, nekat, dan memaksa karena ini match terakhir," ujar Tiwi.

"Gelar ini sangat berarti bagi saya untuk modal kami melaju lebih jauh lagi. Gelar ini dipersembahkan untuk Coach Karel, Coach Nitya, Coach Kelana, tim ganda putri Indonesia, keluarga dan pasangan saya yang selalu mendukung saya bagaimanapun keadaan saya, tidak lupa seluruh rakyat Indonesia yang selalu percaya dan mendukung kami."

Sementara bagi Fadia, trofi kemenangan di Saarbrücken terasa sangat emosional. Pasalnya, Fadia sempat dibayang-bayangi memori kelam partai final Hylo Terbuka 2023 silam saat berpasangan dengan Apriyani Rahayu, di mana Apriyani mengalami cedera serius di tengah pertandingan.

"Tahun 2023 saya mencapai babak final Hylo Open bersama Apriyani Rahayu. Sempat ada trauma, karena di gim pertama sudah menang namun di gim kedua Kak Apri saat itu cedera," jelas Fadia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.