Kenapa Malam Hari Masih Terasa Panas Meski Tidak Ada Matahari?

AKURAT.CO Pernah merasa udara malam tetap gerah meski matahari sudah terbenam? Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama ketika udara terasa lembap dan angin tidak banyak berembus. Meski tidak ada sinar matahari langsung, suhu udara tidak selalu turun dengan cepat.
Dikutip dari berbagai sumber, rasa gerah pada malam hari dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari kelembapan udara, panas yang tersimpan di lingkungan, hingga sirkulasi angin.
Baca Juga: Jaga Kelembapan Kulit di Pesawat, Jangan Lupa Sunscreen
1. Kelembapan Udara yang Tinggi
Salah satu penyebab malam terasa gerah adalah kelembapan udara yang tinggi. Saat udara lembap, keringat lebih sulit menguap dari permukaan kulit. Padahal, penguapan keringat membantu tubuh melepaskan panas.
Kelembapan juga cenderung meningkat ketika suhu udara turun pada malam hari. Udara yang lebih dingin dapat mencapai kondisi jenuh lebih mudah sehingga embun terbentuk di permukaan benda.
Kesimpulannya, udara yang lembap dapat membuat tubuh terasa lebih panas meski suhu sebenarnya tidak terlalu tinggi.
2. Panas Masih Tersimpan di Lingkungan
Permukaan jalan, dinding bangunan, dan atap rumah menyerap panas matahari sepanjang siang. Ketika malam tiba, panas tersebut dilepaskan kembali secara perlahan ke lingkungan.
Akibatnya, udara di sekitar rumah atau kawasan perkotaan bisa tetap terasa hangat meski matahari sudah terbenam.
Kesimpulannya, panas yang tersimpan pada siang hari membuat suhu lingkungan tidak langsung turun saat malam.
3. Angin Minim dan Sirkulasi Udara Buruk
Angin membantu memindahkan udara panas dan mendukung penguapan keringat. Ketika angin bertiup lemah, udara hangat dapat bertahan lebih lama di sekitar tubuh dan bangunan.
Kondisi ini bisa semakin terasa di kawasan padat bangunan dengan ruang terbuka dan pepohonan yang terbatas.
Kesimpulannya, minimnya angin membuat udara terasa pengap karena panas tidak mudah terdispersi.
Baca Juga: Tak Cukup Hanya Perawatan Luar, Asupan Ini Bantu Jaga Kelembapan Kulitmu
Bagaimana Cara Mengurangi Rasa Gerah pada Malam Hari?
Untuk membuat tidur lebih nyaman, buka jendela jika kondisi udara luar memungkinkan, gunakan kipas untuk membantu sirkulasi udara, dan pilih pakaian tidur yang ringan serta menyerap keringat. Pastikan juga tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air.
Jika suhu terasa sangat panas selama beberapa malam berturut-turut, perhatikan kondisi ruangan dan tanda-tanda tubuh mengalami kepanasan, seperti pusing, lemas, atau mual.
Pada akhirnya, malam yang terasa gerah bukan semata-mata karena suhu udara tinggi. Kelembapan, panas yang tersimpan di lingkungan, dan minimnya sirkulasi angin juga dapat membuat tubuh sulit merasa sejuk.
Primandha Rachma Auzia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








